Scroll untuk baca artikel
Kutim

7 Bulan Gaji Dosen Tak Dicairkan, Mahasiswa Hingga Dosen Gruduk Kantor Bupati Kutim

32
×

7 Bulan Gaji Dosen Tak Dicairkan, Mahasiswa Hingga Dosen Gruduk Kantor Bupati Kutim

Sebarkan artikel ini
Ket: Mahasiswa Kutim melakukan orasi di depan kantor Bupati.(Dok)

SELAJUR.COM, KUTIM – Sejumlah pihak staf dan jajaran pengajar dosen bahkan hingga mahasiwa dari Kampus Stiper memenuhi sebagian halaman kantor bupati untuk menggelar aksi, Kamis (27/06/24).

Aksi tersebut dipicu oleh anggaran yang tak kunjung turun sehingga para staf dan jajaran pengajar dosen tidak menerima gaji kurang lebih 7 bulan lamanya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian ( BEM STIPER ),Geraldino membeberkan beberapa tuntutan kepada pihak pemerintah agar memperhatikan bidang pendidikan tinggi yang ada di Kutai Timur.

Adapun tuntutan mereka iyalah Pencairan Dana Operasional STIPER Kutai Timur agar segera bisa dibayarkan, karena hal tersebut dapat menggangu aktivitas belajar mengajar.

“Kehadiran kami di sini untuk menuntut pemerintah agar pencairan dana operasional Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur segera dibayarkan, karena hal tersebut membuat para dosen dan para staf enggan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dan semua itu wajar,” ujarnya.

Aktivis dari Sekolah tinggi Pertanian Kutai Timur yang biasa akrab disapa Bung Ge juga menuntut agar pemerintah lebih memperhatikan Sarana Dan Prasaran di Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur yang kini sangat tidak layak digunakan.

“Selain itu kami juga menuntut pemerintah agar perhatikan lagi fasilitas di Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur, yang kini sudah rusak dan tidak layak gunakan lagi,” ucapnya.

Dari pantauan awak media Bujurnews.com, kondisi dilapangan sarana dan prasana memang sangat miris, mulai dari atap yang bocor sehingga sangat mengganggu proses belajar mengajar, di sisi lain dinding yang telah usam dan rusak menghiasi bangunan kampus tersebut.

Bung Ge juga berharap agar pemerintah segera membuat Perda yang berkaitan dengan Penyelenggaraan Pendidikan Perguruan Tinggi STIPER Kutai Timur, agar bisa menjadi payung hukum mereka untuk menjalankan aktivitas sebaik mungkin.

BACA JUGA:  Desa Sepaso Induk Kutim Jadi Desa Binaan Kantor Imigrasi Samarinda

“Kami juga menginginkan dan mendesak perintah daerah agar membuat Perda yang nanti bisa menjadi payung hukum,” tandasnya.

[SER/RED]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!