Scroll untuk baca artikel
Hukum & PeristiwaSamarinda

Akibat Depresi, Wanita Paruh Baya Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Terjun Ke SKM

36
×

Akibat Depresi, Wanita Paruh Baya Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Terjun Ke SKM

Sebarkan artikel ini
Ket: Tim SAR Samarinda saat melakukan penelusuran jasad EZ di Sungai Karang Mumus.(Dok: Tim SAR Samarinda)

SELAJUR.COM, SAMARINDA – Wanita paruh baya (60) berinisial EZ, nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun ke Sungai Karang Mumus (SKM) berlokasi di Jalan Pangeran Suriansyah, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, pada Kamis (29/2/2024) siang.

Berdasarkan keterangan di lapangan, wanita tersebut tengah mengalami depresi. Sehingga, beberapa saksi yang melihat kejadian. Berusaha menyelamatkan korban. Namun, gagal. Karena, dalamnya dasar SKM itu.

Tim Satuan Gabungan (Satgab) terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda, Unit Siaga SAR Samarinda, Polsek Kawasan Pelabuhan, BPBD Kota Samarinda dan relawan. Bergerak cepat untuk melakukan evakuasi. Regu penyelam dari Tim Unit Siaga SAR Samarinda pun dikerahkan. Untuk dilakukan penyisiran di dasar dan pesisir SKM.

“Kondisi di dasar sungai cukup dalam, kedalamannya mencapai 7 meter dan cenderung turun ke tengah. Lumpurnya juga dalam, setinggi lutut orang dewasa dan arusnya cukup deras,” ungkap Komandan Regu Unit Siaga SAR Samarinda, Hendra.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil, sekitar 3 jam kemudian tubuh EZ berhasil ditemukan mengambang di tengah SKM dengan jarak dari lokasi korban terjun sekitar 20 meter.

“Sekitar pukul 13.45 Wita kami berhasil menemukan korban dengan kondisi tubuh mengambang,” ucapnya.

Warga sekitar, Kadir, yang juga turut membantu melakukan pencarian dengan cara berenang mengatakan, saat dirinya tengah beristirahat tiba-tiba terdengar teriakan keluarga korban yang melihat jasad EZ terseret arus Sungai.


“Melihat tubuhnya yang hanya kelihatan tangannya saja, saya langsung melompat ke Sungai dan berenang ke tengah untuk memegang tubuh korban agar tidak tenggelam kembali,” ucap Kadir.

Sontak, penemuan tersebut membuat keluarga korban berteriak histeris dan menangis. Sempat terjadi ketegangan dari pihak keluarga yang melarang semua warga untuk mendokumentasikan proses evakuasi tubuh korban.

BACA JUGA:  Sekda Kukar Silaturahmi dan Berikan Bantuan kepada Santri Ponpes Nurul Islam

Diketahui, jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan visum dan selanjutnya akan disemayamkan di rumah duka.

[RUL/SET]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!