Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Diskominfo Kutim

Anggaran Terbatas Tak Halangi Dinas P3A Kutim Lindungi Perempuan dan Anak

296
×

Anggaran Terbatas Tak Halangi Dinas P3A Kutim Lindungi Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

SELAJUR.COM, SANGATTA – Di tengah tekanan efisiensi anggaran nasional, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tetap memegang teguh komitmen utamanya melindungi dan memberdayakan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.

Kepala Dinas P3A Kutim, Idam Cholid, mengatakan, tahun 2025 menjadi salah satu periode paling menantang dalam pelaksanaan program karena adanya pemotongan dari pemerintah pusat. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat pihaknya agar memastikan program prioritas tetap berjalan.

“Jadi yang pertama itu ada pemotongan dari pusat, kemudian yang kedua ini ada efisiensi. Nah tentunya dengan kebijakan itu kita nanti memilah dan memilih kegiatan yang prioritas, yang tidak prioritas akan kita kurangi,” ujarnya.

Langkah efisiensi dilakukan secara selektif dengan menekan pos belanja yang tidak berdampak langsung pada masyarakat. “Contohnya perjalanan dinas, waktu itu kita pangkas jadi 50 persen, kemudian ATK, kemudian seremoni-seremoni yang tidak berpengaruh langsung terhadap indikator kinerja, sudah kita kurangi semua,” jelasnya.

Menurut Idam, kebijakan penghematan ini menjadi ujian bagi instansinya agar beradaptasi dan berinovasi dalam memberikan pelayanan. Ia menegaskan, Dinas P3A akan tetap fokus pada program lapangan yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan dan anak, seperti perlindungan dari kekerasan, pendampingan psikologis, pelatihan ekonomi perempuan, serta edukasi keluarga ramah anak.

“Efisiensi bukan berarti kami berhenti bekerja. Justru ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor agar layanan tetap maksimal dengan sumber daya yang lebih efisien,” tuturnya.

Idam menilai, efisiensi kali ini membuka ruang bagi pendekatan kolaboratif dengan masyarakat dan lembaga nonpemerintah. Beberapa kegiatan kini dilaksanakan dengan dukungan komunitas lokal dan organisasi perempuan. “Kami bersyukur, di Kutim banyak pihak yang ikut peduli. Kolaborasi inilah yang menjaga agar layanan tetap hidup meski anggaran menurun,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pendidikan Inklusif Kutim, Bukti Nyata Sekolah untuk Semua Tanpa Kecuali

Dengan strategi tersebut, Dinas P3A Kutim tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menunjukkan ketangguhan birokrasi sosial yang adaptif. Fokus diarahkan bukan pada seberapa besar dana tersedia, melainkan seberapa besar dampak yang bisa dirasakan masyarakat.

“Intinya, kami ingin setiap rupiah anggaran benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegas Idam.

 

(adv/diskominfokutim/rs)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *