SELAJUR.COM, SANGATTA – Ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut membuat banyak daerah di Indonesia harus menyesuaikan arah kebijakan fiskalnya. Namun, di Kutai Timur (Kutim), kondisi tersebut disikapi dengan langkah antisipatif dan kepemimpinan yang visioner.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal melalui koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).
“Ini yang sedang kita usahakan,” ujar Ardiansyah..
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi turbulensi ekonomi akibat fluktuasi global, perlambatan pertumbuhan, dan penyesuaian fiskal nasional. Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Kutim berupaya memastikan kebijakan daerah tetap sinkron dengan kebijakan nasional, sehingga program pembangunan dan perlindungan masyarakat tetap berjalan stabil.
“Beberapa daerah juga sedang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan,” ungkapnya, menunjukkan bahwa Kutim aktif menjadi bagian dari sinergi nasional menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Dirinya menilai, komunikasi lintas level pemerintahan menjadi kunci utama dalam menjaga daya tahan ekonomi di tengah kondisi global yang fluktuatif. “Turbulensi ekonomi tidak bisa dihindari, tapi bisa diantisipasi dengan kebijakan yang tepat dan kesiapan daerah,” ujarnya.
Langkah mitigasi yang disiapkan tidak hanya berupa efisiensi anggaran, tetapi juga penguatan sektor ekonomi produktif berbasis masyarakat, seperti pertanian, industri kecil, dan perdagangan lokal. Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan yang lebih adaptif agar pelaku ekonomi daerah tetap bisa beroperasi meski tekanan fiskal meningkat.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi internal lintas OPD untuk mengefektifkan penggunaan anggaran dan mempercepat realisasi program prioritas. “Kita ingin memastikan setiap rupiah digunakan untuk kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkab Kutim menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Ardiansyah menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar bertahan, tetapi membangun ketahanan daerah yang tangguh, efisien, dan berdaya saing tinggi.
“Mudah-mudahan tahun depan turbulensi yang ada itu mungkin sedikit,” harapnya.
Optimisme tersebut mencerminkan semangat Kutai Timur untuk tidak hanya bertahan menghadapi tekanan ekonomi global, tetapi juga melangkah maju dengan visi pembangunan yang tangguh, terukur, dan berkelanjutan.
(adv/diskominfokutim/rs)

















