SELAJUR.COM, TENGGARONG – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengangkat isu strategis daerah melalui diskusi publik bertajuk “Menata Masa Depan Kukar; Menciptakan Kemandirian Ekonomi dan Keberlanjutan Fiskal di Era Penyangga IKN dan Keterbatasan DBH”.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Kampus Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) pada Sabtu, 29 November 2025.
Forum tersebut nantinya akan menjadi ruang pembacaan situasi fiskal Kukar yang kini berada dalam tekanan defisit anggaran.
Selain itu, KNPI ingin memberikan gambaran lebih utuh mengenai posisi daerah sebagai penerima Dana Bagi Hasil (DBH), termasuk bagaimana besaran dana tersebut dialokasikan dan dimanfaatkan.
KNPI menilai bahwa informasi publik mengenai DBH masih minim diakses masyarakat. Karena itu, mereka berharap diskusi dapat menghadirkan penjelasan konkret dari pemerintah maupun sektor swasta terkait penggunaan anggaran, apakah terserap di infrastruktur, pendidikan, kesehatan, atau sektor lainnya.
“Kami juga ingin mengetahui sejauh mana proses pengawasan yang dilakukan DPRD terhadap penggunaan DBH, apakah sudah berjalan sesuai perencanaan atau masih terdapat kendala di lapangan,” ujar Ketua KNPI Kukar, Rian Tri Saputra.
Rian sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dinamika fiskal hari ini memiliki dampak domino terhadap banyak sektor pembangunan di Kukar. Karena itu, membuka ruang dialog menjadi langkah penting agar masyarakat memahami konteks utuh pergerakan anggaran daerah.

Diskusi pun tentunya akan menyinggung isu strategis lain, terutama terkait keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut Rian, posisi Kukar yang berbatasan langsung dengan IKN semestinya bukan hanya berperan sebagai wilayah penyangga, tetapi juga sebagai pemasok utama sumber daya manusia.
“Dengan bonus demografi yang besar, kami berharap angka pengangguran pemuda di Kukar dapat terus menurun,” tutupnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, KNPI Kukar telah menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor yak mumpuni, yakni Efri Novianto (Dirut PT MGRM Perseroda), Syarifah Vanessa Viana (Plt. Kepala Bappeda Kukar), Prof. Dr. Iskandar (Akademisi UNIKARTA), M. Andi Faisal (Ketua Komisi IV DPRD Kukar), serta Rian Tri Saputra (Ketua KNPI Kukar).
[RED/SET]

















