SELAJUR.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah melalui pemberdayaan dan perlindungan penuh bagi para guru. Penegasan ini disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Senin (24/11/2025) di Halaman Kantor Bupati Kukar.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, serta para pimpinan OPD. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap peran strategis guru dalam pembangunan SDM Kukar.
Bupati Aulia sapaan akrabnya, menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh guru yang selama ini menjadi pilar utama pendidikan.
“Atas nama pemerintah dan pribadi, kami berterima kasih kepada seluruh guru yang telah mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak kita,” ujarnya.
Aulia menegaskan, tema peringatan tahun ini, Guru Hebat, Indonesia Kuat, sejalan dengan prioritas Pemkab Kukar dalam memperkuat kualitas pendidik melalui 17 Program Kukar Idaman Terbaik.
“Dalam pembangunan SDM, posisi guru adalah yang paling utama. Dengan program-program Kukar Idaman Terbaik, kita ingin kualitas guru terus meningkat ke depannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia memastikan bahwa pemerintah memberikan perlindungan menyeluruh bagi tenaga pendidik di Kukar. Hal ini mencakup perlindungan saat melaksanakan tugas sesuai standar dan kompetensi yang berlaku.
“Terkait perlindungan, kami memastikan seluruh guru di Kutai Kartanegara dilindungi sepenuhnya selama mereka mengajar sesuai SOP,” jelasnya.
Di hadapan para peserta upacara, Aulia turut mengenang perjalanan almarhum ayahnya yang merupakan seorang guru dan pernah mengajar di Muara Muntai serta Kota Bangun. Ia menyampaikan bahwa kecintaannya terhadap dunia pendidikan tumbuh dari pengalaman tersebut.
Aulia juga membagikan pengalaman setelah mengikuti program kepemimpinan dari Lemhannas dan Kemendagri, termasuk pembelajaran di Singapura. Salah satu pelajaran penting yang ia terima adalah bagaimana pemimpin harus konsisten pada visi pembangunan jangka panjang.
Menurutnya, banyak program di berbagai daerah tidak maksimal karena pemimpin lebih fokus membangun legacy pribadi.
Karena itu, Aulia mengajak seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk menyusun perencanaan pendidikan secara berjenjang jangka pendek, menengah, hingga panjang.
“Keberhasilan pendidikan bukan dilihat besok, tetapi ketika fondasi yang kita bangun hari ini masih kuat 20 tahun ke depan,” pungkasnya.
[ADV/PROKOM KUKAR/RED]

















