SELAJUR.COM, KUKAR – Di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, upaya perbaikan gizi masyarakat berjalan tanpa bergantung pada anggaran besar.
Dari sebuah dapur sederhana milik PKK, lahirlah gerakan gotong royong yang memberi dampak nyata bagi kesehatan ibu dan anak.
Program ini dijalankan lewat kerja sama antara Kelurahan Melayu, DPMPD Kukar, dan Puskesmas Tenggarong. Fokusnya sederhana namun strategis yakni dengan memastikan agar balita dan ibu hamil mendapatkan asupan bergizi seimbang, dengan distribusi makanan sehat melalui Posyandu setempat.
Lurah Melayu, Aditya Rakhman, mengatakan bahwa kunci keberhasilan program ini bukan pada dana, melainkan semangat dan partisipasi masyarakat.
Kader Posyandu menjadi ujung tombak di lapangan, mulai dari mendata penerima manfaat hingga menyiapkan dan menyalurkan makanan bergizi sesuai panduan tenaga kesehatan.
“Program ini bisa berjalan karena dukungan warga dan semangat kader yang luar biasa. Mereka adalah motor yang menjaga agar dapur PKK tetap hidup,” ujarnya, Senin (23/6/2025).
Kader Posyandu, yang sebagian besar adalah warga setempat, memainkan peran penting dalam pendekatan sosial. Dengan komunikasi yang akrab dan personal, edukasi gizi menjadi lebih mudah diterima oleh para ibu dan keluarga muda.
“Kalau yang menyampaikan orang yang dikenal, pesannya lebih cepat sampai. Dan itu yang membuat program ini efektif,” lanjut Aditya.
Sementara itu, Camat Tenggarong, Sukono, turut mengapresiasi inisiatif warga Melayu yang mampu melahirkan solusi lokal di tengah keterbatasan.
Ia menilai gerakan tersebut sebagai contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis solidaritas sosial.
“Tanpa menunggu dana besar, mereka bergerak bersama dan hasilnya terasa langsung di masyarakat. Ini model yang bisa ditiru kelurahan lain,” ucapnya.
Selain memperbaiki gizi warga, dapur PKK juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Proses memasak dan membagikan makanan menjadi ajang kebersamaan yang menumbuhkan rasa saling peduli.
“Yang dibangun bukan hanya tubuh yang sehat, tapi juga semangat kekeluargaan yang menguatkan,” tutup Sukono.
[ADV/DISKOMINFO KUKAR/RED]

















