Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Diskominfo Kutim

Dari Gizi ke Martabat, Kutim Bangun Generasi Emas Lewat Perjuangan Melawan Stunting

308
×

Dari Gizi ke Martabat, Kutim Bangun Generasi Emas Lewat Perjuangan Melawan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno.

SELAJUR.COM, SANGATTA – Di balik angka statistik yang menunjukkan penurunan signifikan kasus stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tersimpan kisah besar tentang perjuangan kemanusiaan dan kepedulian lintas generasi.

Berdasarkan Survei Kesehatan Daerah (Surkesda) 2025, angka stunting di Kutim kini hanya 13,8 persen, turun drastis dari 21 persen pada 2022. Capaian ini bukan sekadar keberhasilan teknis, melainkan buah dari kesadaran kolektif masyarakat untuk menyiapkan masa depan anak-anak mereka dengan gizi, cinta, dan pengetahuan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebut penurunan cepat ini terjadi karena masyarakat kini memahami bahwa mencegah stunting berarti menjaga martabat manusia sejak dalam kandungan.

“Stunting bukan hanya tentang gizi, tapi tentang hak anak untuk tumbuh sempurna. Setiap anak punya hak untuk sehat, cerdas, dan bahagia,” ujarnya penuh makna.

Pemerintah daerah menempatkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa paling sakral dalam membangun generasi. Posyandu kini bukan sekadar tempat timbang bayi, tetapi ruang belajar ibu-ibu tentang pola makan, kebersihan, dan kasih sayang dalam pengasuhan.

“Kalau ibu sehat, anaknya kuat. Kalau keluarga paham, maka masa depan jadi terang,” kata Sumarno.

Selain itu, gerakan Remaja Sehat Bebas Anemia menjadi fondasi jangka panjang untuk memutus rantai stunting dari akar. Program ini bukan hanya mengajarkan gizi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjadi generasi sehat adalah bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Kutim kini menjadi salah satu daerah dengan penurunan tercepat di Kalimantan Timur, prestasi yang dicapai bukan karena proyek instan, melainkan karena perubahan nilai hidup di tengah masyarakat.

“Anak-anak kita adalah cermin peradaban. Kalau mereka tumbuh sehat, berarti kita berhasil sebagai bangsa,” tutur Sumarno.

BACA JUGA:  Stabilitas Pasokan Semen Jadi Prioritas Kutim, Perdagangan Bahan Konstruksi Kini Diawasi Ketat

Bagi Pemkab Kutim, perjuangan melawan stunting adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk menurunkan angka, tetapi untuk menegakkan martabat manusia sejak lahir.

“Target kita bukan sekadar bebas stunting, tapi melahirkan generasi yang kuat secara fisik, mental, dan moral. Itulah Kutim yang kita cita-citakan,” tegas Sumarno.
Dengan semangat kemanusiaan yang terpadu antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, Kutai Timur menegaskan satu hal penting: pembangunan manusia tidak dimulai dari gedung, tapi dari gizi dan cinta di meja makan keluarga.

(adv/diskominfokutim/rs)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!