Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Diskominfo Kutim

Delapan Penjaga Warisan Kutim, Simbol Keteguhan Budaya di Tengah Perubahan

325
×

Delapan Penjaga Warisan Kutim, Simbol Keteguhan Budaya di Tengah Perubahan

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kutim, Fadliansyah Budi.

SELAJUR.COM, SANGATTA – Di tengah arus modernisasi yang terus melaju, delapan sosok budayawan Kutai Timur (Kutim) berdiri teguh menjaga warisan yang menjadi identitas daerah.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk memberi ruang penghormatan bagi mereka melalui Anugerah Kebudayaan 2025, yang akan diserahkan pada pertengahan November mendatang.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kutim, Fadliansyah Budi, menyebut delapan penerima penghargaan tersebut terpilih dari 16 hingga 17 peserta yang mengikuti proses seleksi ketat selama beberapa bulan terakhir. “Dari kemarin itu yang mengikuti itu sekitar 16-17 orang,” ujarnya.

Seleksi dilakukan dengan tahapan panjang dan terukur mulai dari pendaftaran, verifikasi administrasi, hingga visitasi lapangan oleh tim penilai dari provinsi. Proses ini memastikan bahwa setiap penerima benar-benar memiliki kontribusi nyata dalam melestarikan dan menghidupkan budaya lokal di tengah masyarakat.

“Setelah di-visitasi oleh tim dari provinsi, terpilihlah delapan orang nanti,” kata Fadliansyah.

Meski nama-nama penerima sudah ditetapkan, ia menyebut pengumuman resminya akan dilakukan pada acara puncak. “Nama-namanya masih akan kami rahasiakan,” ujarnya tersenyum.

Ia menegaskan, penghargaan ini adalah bentuk penghormatan terhadap ketulusan dan kerja sunyi para pelaku budaya. Mereka bukan sekadar pengrajin tradisi, tetapi juga penjaga memori dan nilai-nilai kemanusiaan Kutai Timur.

“Budayawan adalah penjaga arah moral dan identitas daerah. Di tangan merekalah sejarah tidak berhenti, tapi terus hidup dalam setiap karya,” ungkapnya.

Pemerintah berharap, pemberian penghargaan ini dapat menjadi energi baru bagi generasi muda untuk melihat budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi sumber kebanggaan dan inspirasi masa depan.

“Budaya adalah akar dari siapa kita. Jika akar itu dijaga, pohon peradaban kita akan terus tumbuh kuat,” tutup Fadliansyah dengan penuh makna.

BACA JUGA:  Kutim Siapkan UMKM Masuk Pasar Global, Penyesuaian Produk Jadi Kunci

Langkah ini mempertegas posisi Kutai Timur sebagai daerah yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menegakkan pondasi spiritual dan identitas melalui pelestarian budaya. Karena di balik kemajuan, kekuatan sejati sebuah daerah terletak pada kemampuan warganya menjaga jati dirinya.

 

(adv/doskominfokutim/rs)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *