Scroll untuk baca artikel
Nasional

Densus 88, Kapolri Hingga Presiden Turun Tangan, Ada Apa Dengan Jaksa Agung Muda ?

61
×

Densus 88, Kapolri Hingga Presiden Turun Tangan, Ada Apa Dengan Jaksa Agung Muda ?

Sebarkan artikel ini
Ket: Presiden RI, Jokowi usai membuka agenda Pelantikan PP GP Ansor.(Dok)

SELAJUR.COM, JAKARTA – Isu penguntitan oleh personel Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Polri terhadap Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menarik perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi. 

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai turun tangan dengan memanggil Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk membahas isu ini.

“Sudah saya panggil tadi,” kata Presiden Jokowi ketika ditanya wartawan soal penguntitan tersebut, usai menghadiri acara Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2024) petang. Dilansir dari Antara.

Presiden tidak berkomentar lebih jauh mengenai isu ini dan meminta wartawan untuk menanyakan langsung kepada Kapolri Jenderal Sigit yang berdiri di sisinya.

“Tanyakan langsung ke Kapolri,” ujar Jokowi sambil menunjuk ke arah Sigit, yang hanya tersenyum menanggapi permintaan tersebut.

Setelah Presiden meninggalkan lokasi acara, wartawan berusaha meminta keterangan lebih lanjut dari Kapolri, tetapi hanya memperoleh komentar singkat. 

“Kan dengan Pak Jaksa Agung (Burhanuddin) sudah sama-sama nggak ada masalah,” katanya.

Kapolri kembali menegaskan bahwa tidak ada masalah antara kedua institusi penegak hukum tersebut.

“Sudah nggak ada masalah. Memang nggak ada masalah apa-apa,” ujarnya.

Kabar mengenai penguntitan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh anggota Densus 88 di sebuah restoran di Jakarta Selatan, Jumat (24/5) pekan lalu, menjadi sorotan publik. Namun, hingga kini, baik Kapolri maupun Jaksa Agung belum memberikan penjelasan rinci mengenai peristiwa tersebut.

DPR RI juga turut menyoroti isu ini dan meminta Kejaksaan Agung serta Polri untuk segera memberikan penjelasan resmi. Anggota Komisi III DPR RI, Johan Budi, menekankan pentingnya klarifikasi untuk mencegah rumor yang semakin liar dan mengganggu upaya pemberantasan korupsi. 

BACA JUGA:  Rektor UNRI Laporkan Mahasiswa Karena Protes UKT Mahal, Kemendikbudristekdikti Angkat Bicara

Kalau rumor itu liar maka upaya pemberantasan korupsi akan terganggu dan yang senang adalah koruptor,” ujarnya, Selasa (28/5/2024), dikutip dari Disway.id.

Dalam kesempatan berbeda, Jaksa Agung dan Kapolri terlihat akrab saat menghadiri acara peluncuran Government Technology (GovTech) pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 di Istana Negara, Senin (27/5/2024) pagi.

Keduanya berjabat tangan dan berfoto bersama, namun tidak menjawab pertanyaan wartawan mengenai isu penguntitan tersebut.

Sebelumnya, Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana, mengaku belum mendapatkan informasi mengenai penguntitan terhadap Jampidsus. “Sampai saat ini saya belum dapat info apapun soal itu ya,” kata Ketut, Jumat, 24 Mei 2024.

[DIS/RED]

Sumber: Disway.id

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!