Scroll untuk baca artikel
Kukar

Diiming-Iming Uang 15 Juta, Ibu Kandung Tega Lecehkan Anaknya Sendiri

102
×

Diiming-Iming Uang 15 Juta, Ibu Kandung Tega Lecehkan Anaknya Sendiri

Sebarkan artikel ini
Ket: Pelaku R kini diamankan Bareskrim.(Dok)

SELAJUR.COM, TANGGERANG SELATAN – Seorang ibu berinisial R berusia 22 tahun asal warga Tangerang Selatan (Tangsel), tega mencabuli anaknya sendiri yang masih berusia 5 tahun. Rekaman aksi tak senonoh yang dilakukan R ini kemudian viral di media sosial, hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, rekaman video pencabulan oleh R ini berawal dari iming-iming imbalan Rp15 juta dari seorang bernama Icha Shakila melalui media sosial Facebook.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Tersangka diketahui bahwa pada tanggal 28 Juli 2023 sekitar pukul 18:00 WIB Tersangka R  dihubungi oleh seseorang di media sosial Facebook dengan nama akun Icha Shakila yang menawarkan pekerjaan kepada tersangka,” katanya dilansir dari Disway National Network, Selasa (4/6/2024).

Ade mengatakan, R dibujuk oleh Icha untuk mengirimkan foto tanpa busana dengan janji imbalan uang.

“Karena desakan kebutuhan ekonomi, tersangka R mengirimkan Foto tanpa busana milik Tersangka,” terang Ade.

Namun bukannya imbalan uang yang didapat oleh R. Icha justru mengancam menyebarkan foto tersebut jika tidak membuat video lanjutan.

“Pada tanggal 30 Juli 2023 Setelah mengirimkan foto tersebut, sekitar pukul 18:25 WIB. Tersangka R diminta untuk membuat video dengan gaya dan skenario yang ditentukan oleh Icha Shakila,” tutur Ade.

“Apabila tidak membuat video yang diminta oleh akun facebook tersebut, maka foto tanpa busana milik tersangka yang pernah dikirim akan disebarluaskan,” lanjutnya.

Atas desakan Icha, R akhirnya membuat konten video berhubungan badan dengan anaknya yang masih berusia lima tahun.

“Kemudian pada hari itu juga, tanggal 30 Juli 2023, tersangka mengikuti perintah dari akun facebook Icha Shakila untuk membuat Video yang bermuatan pornografi antara tersangka dengan anak kandungnya. Tersangka juga dijanjikan akan dikirim uang sejumlah Rp15 juta,” ujarnya.

BACA JUGA:  Disperindag Canangkan Ragam Event, Guna Tingkatkan Daya Tarik Pasar

Setelah tersangka mengirimkan video kepada pemilik akun facebook Icha Shakila pada sekitar pukul 19:00 WIB, tersangka mencoba menghubungi pemilik akun facebook Icha Shakila namun akun facebook tersebut tidak dapat dihubungi.

“(Pemilik akun Facebook Icha Shakila) juga tidak mengirim sejumlah uang yang telah dijanjikan sebelumnya,” tambahnya.

Awak DNN kemudian mencoba menelusuri latar belakang R (22) yang setubuhi anak kandungnya di Tangerang Selatan.

Melalui keterangan Kakak Ipar R, Nur Kamila (42), diketahui bahwa keseharian tersangka adalah ibu rumah tangga, sedangkan suaminya adalah pengamen. “Dia cuma pengamen, kan orangnya juga tidak berpendidikan,” ucapnya kepada awak media, Senin (3/6/2024).

Menurutnya, saat ini R dalam kondisi depresi usai video ‘Ibu Mud Burung’ anak kandung itu viral. R yang saat ini sudah berada di tahanan polisi disebut sedang stress berat dan kehilangan nafsu makan. “Iya badannya sampai habis sampai tidak makan-makan tidak nafsu makan kayak nyesal,” terangnya.

R diduga mengalami tekanan psikis ketika video tidak senonohnya tersebut menjadi konsumsi banyak orang.

Dijerat Pasal Pornografi

Kasus pornografi yang dilakukan ibu rumah tangga berinisial R (22) kini ditangani oleh Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan R (22) disangkakan pasal penyebaran video konten pornografi.

“Sudah ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 88 jo Pasal 76 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

BACA JUGA:  Disperindag Kukar Usulkan UPTD untuk Transformasi Pasar, Sayid : Tingkatkan Efisiensi dan Kesejahteraan

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil Sahril mengatakan bahwa R menyerahkan diri ke Polres Tangerang usai videonya viral. R mengakui dirinya sebagai pemeran sekaligus perekam video tersebut.

“Dapat kami sampaikan bahwa pelaku pembuat video telah menyerahkan diri dan diamankan tadi malam di Polres Tangerang Selatan,” bebernya.

Kasus ini kini telah diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut.

Keluarga Tersangka Kaget

Keluarga ibu berinisial R, yang melecehkan anak kandungnya, kaget setelah melihat video viral R di media sosial. Keluarga melihat video viral itu dari teman-teman ponakannya yang berusia setingkat SMP.

Kakak ipar R, yakni inisial S, menceritakan video viral itu pertama kali dilihatnya pada Kamis (30/5). S pun melihat langsung video viral itu melalui tautan yang diberikan anak-anak tersebut.

“Ada itu anak-anak SMP, teman ponakan saya. Mereka bilang ke adik saya, ‘Itu tante viral sama anaknya’ mereka punya link-nya, kita lihat jadinya di situ. Kaget kita,” kata S kepada detikcom di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (4/6/2024).

Seketika, S pun mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Namun saat itu R dan suaminya, I, tak ada di kontrakan sejak pagi.

“Dan kebetulan R dan anaknya itu posisi nggak ada di rumah. Kemarin ngontrak di sini, pas malam itu pindah. Itu belum pada tahu kita posisinya. Paginya (R) berangkat, siangnya kita tahu dari anak-anak (video) viral itu,” jelas dia.

S menuturkan R awalnya berdalih mau pulang ke rumah orang tuanya di Tangerang Kota. Namun ternyata dia tidak pernah ke sana semenjak video asusilanya tersebar di jagat maya.

“Waktu itu dia (adik S) bilang bininya di rumah teman, masih daerah sini. Nggak bilang pasti dari mana. Kirain ke rumah bapaknya, tapi ternyata nggak. Mungkin malu juga, padahal sebelumnya bilang mau pulang ke rumah bapaknya,” kata S.

BACA JUGA:  Hari Buruh Internasional, Bupati Kukar Pimpin Apel May Day

Setelah mengetahui video viral itu, S dan keluarga berinisiatif untuk berkumpul dan membicarakan kasus yang terjadi. Sayangnya, baik R maupun suaminya tidak merespons sama sekali.

“Kita inisiatif buat ngumpul, ayo sekeluarga. Kita kontak ditelponin, suaminya Hani ini. Kata kita pulang dulu, mau ada yang diobrolin. Cuma mungkin dia sudah tahu ada masalah apa kalau ada video itu. Nggak pulang, takut, malu juga kayaknya. Dikontak gimana-gimana nggak diangkat,” ungkap dia.

[DIS/SET]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!