SELAJUR.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah. Langkah ini sejalan dengan arahan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin untuk memperkuat sektor non-ekstraktif yang berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah menyiapkan stimulan Rp100 juta untuk kelompok kreatif di kecamatan. Dukungan tersebut ditujukan agar pelaku ekonomi kreatif dapat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan daya tarik wisata lokal.
“Program ini bagian dari prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kukar, bagaimana pemerintah daerah membiayai event-event kreatif di setiap kecamatan. Pelaksanaannya akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata, sekaligus menyalurkan dukungan bagi kelompok ekonomi kreatif,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Ia berharap, melalui intervensi ini, pelaku kreatif dapat tumbuh mandiri dan memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi berbasis potensi kearifan lokal.
Pemkab Kukar menempatkan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sektor kunci pengganti pendapatan daerah dari sektor ekstraktif. Karena itu, Dispar Kukar telah mengusulkan pengembangan berbagai titik wisata unggulan, khususnya di kawasan Kota Tenggarong dan Pulau Kumala.
“Salah satu prioritas utama Bupati dan Wakil Bupati adalah menjadikan pariwisata sebagai pengganti pendapatan daerah dari sektor ekstraktif. Karena itu, kami juga sudah mengusulkan pengembangan daya tarik wisata di kawasan Kota Tenggarong dan Pulau Kumala agar bisa terus berkembang,” jelas Arianto.
Sejumlah ruang publik di Tenggarong juga akan dioptimalkan kembali sebagai pusat kegiatan wisata, seni, dan UMKM. Beberapa titik yang disiapkan antara lain Simpang Oda Etam, Taman Tanjong, Taman Kota Raja, hingga Pujasera dan lapak UMKM di bawah Jembatan Kartanegara.
“Kita ingin semua taman yang dibangun bisa aktif dan jadi tempat rekreasi masyarakat sekaligus ruang bagi UMKM,” katanya.
Gedung Ekraf pun akan difungsikan sebagai pusat kegiatan seni, pameran, dan pertunjukan kreatif. Menurutnya, jika kegiatan rutin dapat diselenggarakan mingguan di Taman Kota Raja, maka potensi kunjungan masyarakat dari kabupaten/kota lain juga akan meningkat.
“Kalau nanti ada event setiap minggu di Taman Kota Raja dan kita promosikan secara rutin, harapannya bukan hanya warga Tenggarong yang datang, tapi juga dari Samarinda, Balikpapan, bahkan Bontang,” ujarnya.
Arianto meyakini sektor pariwisata Kukar akan semakin berkembang seiring meningkatnya konektivitas antarwilayah, khususnya dengan pembangunan jalan Bontang–Kukar.
“Kalau akses makin mudah, orang dari luar daerah bisa berkunjung ke Tenggarong dan destinasi wisata lainnya. Dari situ, ekonomi kreatif dan pariwisata kita akan tumbuh bersama, sesuai arah kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Kukar,” pungkasnya.
[ADV/PROKOM KUKAR/RED]

















