SELAJUR.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui Program Nelayan Tangguh, salah satu bagian dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Program unggulan ini dijalankan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar dengan menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana bagi nelayan di seluruh wilayah kabupaten.
Kepala DKP Kukar, Muslik, menyampaikan bahwa pelaksanaan program pada tahun 2025 telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Kalau untuk tahun 2025 ini, sudah berprogres. Beberapa program kami dalam rangka memfasilitasi para nelayan sudah berjalan, dan sampai sejauh ini hampir 80 persen telah kami laksanakan,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Bantuan yang diberikan DKP Kukar tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari perahu, mesin, hingga alat tangkap. Sejumlah bantuan bahkan diserahkan langsung oleh Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri saat melakukan kunjungan kerja.
Adapun capaian sementara realisasi bantuan DKP Kukar yaitu:
• Perahu fiber: 2.000 unit
• Mesin ces: 500 unit
• Mesin diesel: 200 unit
• Bodi kapal: 50 unit
• GPS: 15 unit
• Cool box: 50 unit
Selain untuk nelayan tangkap, DKP Kukar juga menyalurkan bantuan bagi pembudidaya, meliputi bibit, pakan, keramba, kolam terpal, hingga kolam bioflok. Muslik menegaskan bahwa seluruh program akan berlanjut hingga 2026.
“Ke depan kami tetap mendorong bantuan seperti ini. Dalam RPJMD Kukar, target untuk nelayan dan petani tangguh mencapai 100 ribu orang penerima manfaat di sektor pertanian dalam arti luas,” jelasnya.
DKP Kukar juga memperkuat sarana penunjang melalui pemberdayaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai pusat pasokan dan distribusi hasil laut, serta mendorong keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan SPBUN dan Pertashop guna mempermudah akses bahan bakar bagi nelayan.
“Untuk sektor benih, terutama benur, kami juga terus mendorong agar pembangunan hatchery bisa dilanjutkan. Harapannya, sebagian kebutuhan benur bisa dipenuhi dari dalam daerah, karena selama ini masih banyak didatangkan dari luar,” ungkap Muslik.
Berdasarkan data DKP Kukar, jumlah nelayan yang tercatat mencapai sekitar 41 ribu orang, dan 25 ribu di antaranya telah memiliki identitas Kusuka. Mereka yang telah tercatat dan tergabung dalam kelompok menjadi prioritas penerima bantuan.
Hingga saat ini, realisasi anggaran bantuan telah mencapai sekitar 80 persen.
“Misalnya, di Muara Muntai kemarin, Bapak Bupati menyerahkan bantuan kepada 85 kelompok dengan total hampir 1.000 penerima. Di Kota Bangun ada 17 kelompok nelayan dan 6 kelompok pembudidaya, sementara di Muara Wis juga cukup banyak,” terang Muslik.
Selain program reguler, DKP Kukar juga menjalankan program khusus penanganan kemiskinan berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan verifikasi lapangan. Bantuan diberikan secara individu kepada masyarakat yang masuk kategori miskin, dan hingga kini realisasinya juga mencapai sekitar 80 persen.
Muslik menegaskan bahwa seluruh bentuk dukungan tersebut diharapkan benar-benar dimanfaatkan dengan bijak.
“Kami selalu mengingatkan agar bantuan tidak dijual. Ini bukan bantuan konsumtif, tapi produktif supaya mereka bisa bekerja dan membuka lapangan kerja baru,” tegasnya.
Dalam melaksanakan program ini, pihak DKP sangat optimis bahwa meskipun anggaran terbatas, Pemkab Kukar tetap berkomitmen menjalankan program yang berpihak pada masyarakat pesisir.
“Target kami dalam lima tahun ke depan memfasilitasi sekitar 12 ribu orang. Mudah-mudahan kendala fiskal tidak menjadi hambatan, dan program ini terus memberi manfaat nyata bagi nelayan dan pembudidaya di Kukar,” pungkasnya.
[ADV/PROKOM KUKAR/RED]

















