SELAJUR.COM, KUKAR – Kasus pencabulan yang terjadi di Pondok Pesantren Ibadurrohman, Kecamatan Tenggarong Seberang, mendapat perhatian serius dari DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui Komisi IV, dewan menegaskan komitmennya untuk memastikan proses penanganan berjalan tuntas dan transparan.
Isu ini menjadi pembahasan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pihak terkait pada Selasa (26/08/2025). Dari hasil pertemuan tersebut, Komisi IV menyiapkan langkah lanjutan berupa kunjungan lapangan ke lokasi pondok pesantren.
“Dalam waktu dekat ini kita jadwalkan. Kemungkinan bisa dilakukan hari Minggu, tapi kepastiannya akan kami sampaikan H-1 atau H-2 sebelum turun ke lapangan,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Fatlon Nisa, mewakili Ketua Komisi IV Andi Faisal.
Fatlon menekankan, DPRD tidak hanya memantau proses hukum, tetapi juga menaruh perhatian besar pada dampak psikologis yang dialami para santri. Dari tujuh santri yang diperiksa, enam sudah dipastikan menjadi korban, sementara satu lainnya masih dalam proses pendalaman.
“Tidak menutup kemungkinan anak-anak lain yang melihat juga terdampak secara psikis. Selain itu, kami juga akan mendalami apakah tenaga pengajar mengetahui peristiwa tersebut, mengingat lokasi kamar ustadz berdekatan dengan santri,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Tim Ad Hoc, Farida, menuturkan pihaknya saat ini masih dalam tahap RDP untuk menyusun langkah strategis. Ia memastikan penanganan psikologis korban menjadi prioritas utama dengan melibatkan tenaga profesional, baik psikiater maupun psikolog.
“Setelah RDP kedua selesai, barulah tim ad hoc akan turun ke lapangan. Kalau bisa minggu depan, maka minggu depan tim sudah bergerak karena masyarakat juga menunggu aksi nyata,” tegas Farida.
Ia menambahkan, sejauh ini kondisi para korban menunjukkan perkembangan positif. Beberapa di antaranya sudah kembali bersekolah di tempat lain sebagai bagian dari proses pemulihan.
“Perkembangan kondisi korban menunjukkan hal positif. Korban yang sebelumnya terdampak sudah mulai bersekolah kembali di tempat yang berbeda,” pungkasnya.
[ADV/KOMINFOKUKAR/SET]

















