SELAJUR.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan stabilitas harga kebutuhan pokok melalui pembangunan dua pasar rakyat baru yang akan segera beroperasi di Teluk Pandan dan Bengalon.
Pasar ini diproyeksikan menjadi penopang distribusi barang yang lebih teratur, mengurangi ketergantungan warga pada pasar dadakan dan pedagang keliling.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menyatakan bahwa penyelesaian pembangunan kedua pasar sudah memasuki tahap akhir. “Alhamdulillah pembangunannya sudah hampir rampung. Kami berharap akhir Desember sudah bisa digunakan agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin hidup,” ujarnya.
Selama ini masyarakat di Teluk Pandan dan Bengalon menghadapi harga barang yang fluktuatif akibat tidak adanya pusat perdagangan resmi yang dapat dipantau pemerintah. Dengan pedagang tersebar di banyak titik, pengawasan harga menjadi sulit dilakukan, sehingga beberapa komoditas kerap dijual lebih tinggi dari harga pasar ideal.
“Pasar rakyat membantu menciptakan harga yang lebih terkontrol karena pedagang berkumpul di satu titik dan bisa dipantau,” kata Nora. Pasar baru ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas ketidakstabilan harga tersebut.
Pemerintah juga menekankan bahwa pasar rakyat akan memperkuat kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok. Dengan alur distribusi yang lebih baik, masyarakat dapat menikmati harga yang lebih bersaing. Selain itu, pedagang dapat mengembangkan usaha secara lebih teratur di fasilitas baru yang lebih layak.
Tidak hanya fisik, Disperindag juga menyiapkan regulasi dan tata kelola pasar sebelum beroperasi, termasuk pola pengawasan, kebersihan, hingga sistem penataan pedagang. Sosialisasi kepada pedagang akan dilakukan untuk memastikan pasar berjalan tertib dan sesuai aturan.
“Kita ingin pasar ini menjadi pusat kegiatan ekonomi baru di kecamatan, bukan hanya tempat jual beli harian,” katanya. Dengan dua pasar baru ini, pemerintah berharap distribusi barang menjadi lebih efisien dan masyarakat mendapat pilihan belanja yang lebih baik. “Pasar rakyat adalah nadi ekonomi masyarakat,” tutup Nora.
(adv/diskominfokutim/rs)

















