Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Hukum & Peristiwa

Empat Anak Binaan LPKA Tenggarong Berhasil Diamankan, Begini Keterangan Kemenkumham Kaltim

149
×

Empat Anak Binaan LPKA Tenggarong Berhasil Diamankan, Begini Keterangan Kemenkumham Kaltim

Sebarkan artikel ini
Salah satu anak binaan LPKA saat berhasil diamankan di jalan Delta Gg, Karya, Kelurahan Melayu (Tangkap Layar/Selajur)

SELAJUR.COM, KUKAR – Empat anak binaan yang sempat keluar dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Tenggarong dengan menjebol tralis pada Kamis (11/12/2025), dini hari akhirnya berhasil diamankan kembali oleh petugas.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim, Endang Lintang Hadirman, memastikan bahwa kondisi anak-anak telah stabil dan kembali berada dalam proses pembinaan.

Endang menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu kerinduan para anak binaan terhadap orang tua mereka. Ia menilai respons emosional seperti itu umum terjadi pada anak yang sedang menjalani masa pembinaan.

“Anak-anak itu kalau kangen orang tua ya begitu. Di rumah saja kadang bisa kabur lewat jendela,” ucapnya.

Ia menerangkan bahwa LPKA menerapkan standar berbeda dari lapas dewasa. Lingkungan dibuat menyerupai rumah sehingga struktur tralis tidak sekuat fasilitas pemasyarakatan untuk orang dewasa. Pendekatan yang digunakan pun berorientasi pada pembelajaran dan pengasuhan.

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 04.00 Wita saat hujan deras melanda Tenggarong. Pada kondisi itu, keempat anak menarik tralis hingga terlepas lalu berjalan keluar ke arah jalan raya. Mereka sempat menumpang truk menuju kawasan pasar sebelum berpencar karena kebingungan mencari arah pulang.

Petugas segera melakukan penelusuran setelah menerima laporan. Dua anak ditemukan di persimpangan lampu merah, satu menyerahkan diri, dan satu lagi ditemukan tidak jauh dari lokasi tersebut. Dalam waktu singkat, seluruhnya berhasil diamankan tanpa gangguan.

Menanggapi isu dugaan membawa senjata tajam, Endang menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Bukan sajam yang mereka bawa dengan niat. Mungkin alat kupas buah yang ada di pasar,” jelasnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim, Endang Lintang Hadirman saat meninjau LPKA Kelas IIA Tenggarong

Temuan tersebut dipastikan tidak membahayakan dan tidak terkait tindakan kriminal.

Endang juga memastikan bahwa proses penjemputan dan pengamanan dilakukan tanpa kekerasan. Petugas mengedepankan pendekatan persuasif agar anak-anak tetap merasa aman dan tidak mengalami tekanan tambahan.

BACA JUGA:  Pandi Widiarto Ajak Pemuda Kutim Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah

Sebagai langkah lanjut, LPKA meninjau ulang efektivitas pengawasan, terutama ketika hujan deras yang sebelumnya sempat menghambat pendengaran petugas. Upaya koordinasi dengan keluarga masing-masing anak juga dilakukan untuk memastikan pendampingan emosional tetap berjalan.

Ia menyebut masa pembinaan keempat anak tersebut relatif singkat, yakni sekitar 10 bulan hingga satu tahun. Endang berharap insiden ini tidak menghambat perkembangan mereka.

“Masa depan mereka masih panjang. Kami bina agar mereka menjadi anak-anak yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, melalui keterangan Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Ecky Widi Prawira bersama tim tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 Wita untuk memastikan seluruh jalur pelarian dapat direkonstruksi.

“Kami bergerak cepat setelah laporan masuk. Olah TKP dilakukan untuk mengamankan jejak dan mengetahui titik awal terjadinya pelarian,” ujar Ecky.

Pemeriksaan awal mengarah pada bangunan kamar hunian. Dari hasil pengecekan, ditemukan kerusakan pada bagian bawah tralis.

“Ada pelemahan struktur di bagian bawah tralis. Potongan besinya sudah terlepas dan itu yang kami jadikan temuan utama,” tuturnya.

Keterangan petugas jaga kemudian memberi gambaran tambahan mengenai pergerakan para anak binaan. Pada saat kejadian, pintu menuju area steril disebut dalam keadaan tidak terkunci.

“Informasi saksi menyebutkan akses pintu steril saat itu terbuka, sehingga mereka bisa bergerak ke tahap berikutnya,”kata Ecky.

Usai melewati ruangan steril, para anak binaan diketahui memanjat pagar pembatas LPKA. Tinggi pagar tersebut sekitar enam meter.

“Jalur itu yang dipilih untuk keluar dari area pengawasan. Sekarang menjadi titik evaluasi kami bersama pihak terkait,” tuturnya.

 

[RED/SET]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!