Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Diskominfo Kutim

Festival Magic Land Jadi Wadah Regenerasi dan Promosi Budaya Kutim ke Tingkat Nasional

295
×

Festival Magic Land Jadi Wadah Regenerasi dan Promosi Budaya Kutim ke Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah.

SELAJUR.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali menghadirkan gebrakan di bidang kebudayaan lewat penyelenggaraan Festival Magic Land dan Festival Seni Budaya.

Namun tahun ini, kedua ajang tersebut tak hanya difokuskan pada hiburan, melainkan juga diarahkan sebagai wadah regenerasi pelaku seni dan diplomasi budaya daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menegaskan bahwa festival ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni. “Kalau presentasinya sampai sekarang sedang penyusun rundown jadwal,” ujarnya.

Menurutnya, tahun ini sebanyak 30 penari cilik tengah berlatih intensif untuk menampilkan tarian baru di panggung utama Magic Land. “Saya sedang menyiapkan 30 anak-anak penari Magic Land dengan tarian yang baru, juga sudah jalan berlatih. Pemusik-pemusik dan lain-lain juga sudah jalan,” jelasnya.

Selain memperkenalkan karya baru dari seniman lokal, festival ini juga berperan penting dalam membangun kesadaran budaya sejak dini. Melalui lomba tari pesisir dan pedalaman bagi anak-anak, Disdikbud ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah. “Tetap seperti tahun kemarin, ada lomba untuk anak-anak tari pesisir dan tari pedalaman kreasi,” tambahnya.

Rangkaian acara akan digelar selama enam hari, dibagi dalam dua segmen utama, tiga hari untuk Festival Magic Land dan tiga hari berikutnya untuk Festival Seni Budaya. “Ada juga lomba talk show dan kegiatan lain yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Padliyansyah menilai, momentum ini penting bukan hanya bagi pelaku seni lokal, tetapi juga bagi posisi Kutai Timur di kancah kebudayaan Kalimantan Timur. Festival tahunan ini disebutnya sebagai bentuk “diplomasi budaya”, di mana karya seni daerah dapat menjadi jembatan komunikasi dan identitas Kutim di tingkat nasional.

BACA JUGA:  Kutim Perkuat Sistem Perlindungan Perempuan dan Anak, Pendampingan Hukum Jadi Prioritas

“Kami ingin anak-anak dan generasi muda bukan hanya menjadi penonton, tetapi pelaku yang mengekspresikan kebanggaan terhadap budaya Kutai Timur,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Festival Magic Land dan Festival Seni Budaya 2025 diharapkan menjadi panggung yang melahirkan generasi baru seniman Kutim generasi yang tidak hanya mencintai budayanya, tetapi juga siap memperkenalkannya ke dunia luar.

 

(adv/diskominfokutim/rs)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *