Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Diskominfo Kutim

Generasi Muda Kutim, Jembatan Antara Tradisi dan Inovasi di Panggung Kebudayaan Nasional

292
×

Generasi Muda Kutim, Jembatan Antara Tradisi dan Inovasi di Panggung Kebudayaan Nasional

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kutim, Fadliansyah Budi.

SELAJUR.COM, SANGATTA – Di tengah gempuran budaya global dan perkembangan teknologi yang pesat, generasi muda Kutai Timur (Kutim) tampil sebagai wajah baru pelestarian budaya daerah.

Mereka tidak sekadar mewarisi tradisi, tetapi juga menghadirkan napas baru yang memadukan nilai-nilai lokal dengan semangat modernitas.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kebudayaan menilai, gelombang baru pelaku budaya muda kini mulai memberi warna positif bagi upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah. Beberapa di antara mereka bahkan akan mewakili Kutim dalam Ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kutim, Fadliansyah Budi, mengungkapkan rasa bangganya atas kiprah generasi muda yang mulai menonjol di dunia kebudayaan. “Alhamdulillah ada beberapa orang generasi muda dan bahkan ada salah satu kategorinya pemuda yang berprestasi di bidang kebudayaan,” ujarnya usai Upacara HUT Kutim ke-25.

Ia menjelaskan, kemampuan mereka sudah sangat kompetitif dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. “Ya, sudah kompetitif dan sudah berprestasi di bidang kebudayaan selama ini,” katanya dengan optimisme.

Menurut Fadliansyah, kemunculan pelaku budaya muda ini adalah bukti nyata, budaya tidak berhenti di generasi sebelumnya. Di tangan anak-anak muda, tradisi tidak hanya dijaga, tetapi juga ditransformasikan menjadi ruang ekspresi yang segar, kreatif, dan relevan dengan zaman.

“Generasi muda ini membawa cara baru dalam memperkenalkan budaya. Mereka menggunakan media digital, musik modern, hingga desain kontemporer tanpa kehilangan ruh tradisi,” jelasnya.

Dinas Kebudayaan Kutim kini menyiapkan langkah strategis untuk mendukung mereka, mulai dari program pembinaan hingga promosi ke tingkat nasional. Pemerintah berharap, melalui kesempatan seperti Anugerah Kebudayaan Indonesia, para pemuda Kutim dapat memperlihatkan bahwa inovasi dan tradisi bisa berjalan berdampingan.

BACA JUGA:  Tak Hanya Beri Bantuan, Dinsos Kutim Fokus pada Pemberdayaan dan Pendampingan Sosial

“Pelestarian budaya tidak harus selalu dengan cara lama. Yang penting adalah semangatnya tetap sama menjaga identitas dan kebanggaan daerah,” ujar Fadliansyah.

Lebih dari sekadar peserta lomba, para pemuda ini menjadi simbol transisi menuju masa depan kebudayaan yang berkelanjutan. Dengan energi muda mereka, Kutim tak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga menulis babak baru dalam sejarah budayanya.

 

(adv/diskominfokutim/rs)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *