SELAJUR.COM, SANGATTA – Hampir seluruh 18 kecamatan di Kutai Timur (Kutim) kini memiliki festival budaya tahunan. Fenomena ini tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari kolaborasi kuat antara pemerintah kecamatan, masyarakat adat, komunitas seni, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim.
Sinergi ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya menjadi gerakan bersama, bukan hanya program pemerintah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menjelaskan, peran masyarakat kini sangat dominan. “Dulu festival budaya hanya diadakan di Sangatta. Sekarang hampir semua kecamatan punya festival sendiri. Ini perkembangan yang sangat positif,” ujarnya.
Masing-masing kecamatan menghadirkan festival dengan kekhasan lokal. Wilayah pedalaman menampilkan ritual adat dan permainan tradisional, sedangkan pesisir menghadirkan festival kuliner laut dan parade perahu. Beberapa kecamatan seperti Bengalon dan Muara Wahau bahkan menggelar festival musik dan tari massal yang melibatkan ratusan pelajar.
Disdikbud Kutim berperan sebagai pendamping teknis dalam penyelenggaraan festival. Bantuan yang diberikan meliputi penyediaan panggung sederhana, fasilitasi seniman, hingga dokumentasi. “Kami tidak bisa selalu menyiapkan anggaran besar, tetapi kami bisa hadir untuk mendampingi dan memastikan festival berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Masyarakat desa juga terlibat sebagai panitia acara, penyedia konten budaya, sekaligus pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi ini membuat festival lahir secara organik dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain meningkatkan pelestarian budaya, festival kecamatan juga memperkuat kebanggaan daerah serta menjadi sarana pertemuan antarwarga dari berbagai latar suku. Ruang publik seperti ini penting untuk menjaga harmoni sosial di Kutim yang multikultural.
“Kutim tidak hanya kaya alam, tetapi juga kaya budaya. Festival yang tumbuh di kecamatan adalah tanda bahwa masyarakat mulai percaya diri menampilkan jati dirinya. Pemerintah akan terus mendukung agar kebangkitan budaya ini menjadi gerakan yang berkelanjutan,” tutup
(adv/diskominfokutim/rs)

















