SELAJUR.COM, SANGATTA – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan harga beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pengawasan intensif dilakukan terhadap 28 pedagang agar memastikan tidak ada penyimpangan harga atau praktik pengoplosan.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menyebut harga SPHP kemasan 5 kilogram stabil di kisaran Rp62.000–Rp65.000. “Ini masih sesuai, bahkan lebih rendah dari HET,” katanya.
Menurut Dony, harga rendah SPHP terjadi karena pasokan terjaga dan perputaran barang cepat. Pedagang kecil dan pelaku kuliner menjadi pembeli utama, sehingga pedagang memilih mengambil margin tipis.
“Pedagang nasi goreng, warung makan, hingga penjual sarapan sangat bergantung pada SPHP,” jelasnya.
Disperindag memeriksa harga, stok, dan bukti transaksi pedagang secara rutin. Pemerintah memastikan SPHP dijual sebagai SPHP dan tidak dicampur atau dikemas ulang sebagai beras premium.
Dony menegaskan, SPHP merupakan instrumen penting stabilisasi harga beras. Dengan ketersediaan stabil, potensi lonjakan harga menjelang hari besar dapat ditekan.
Dengan kondisi harga yang terjaga dan pasokan stabil, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap kuat meski dinamika harga pangan nasional cenderung fluktuatif.
(adv/diskominfokutim/rs)

















