Scroll untuk baca artikel
Hukum & PeristiwaKukar

Kapal Bertabrakan di Perairan Kutai Lama, Satu Orang Masih Hilang

41
×

Kapal Bertabrakan di Perairan Kutai Lama, Satu Orang Masih Hilang

Sebarkan artikel ini
Ket: Tim Gabungan SAR tengah melakukan pencairan terhadap 1 ABK yang hilang di Sungai Mahakam, pada Kamis (6/6/2024) siang.(Dok : Tim SAR Kukar)

SELAJUR.COM, KUKAR – Peristiwa kecelakaan terjadi di perairan Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kutai Kertanegara (Kukar), pada Rabu (5/6/2024) sekitar pukul 20.10 Wita. Kejadian naas tersebut diketahui, Kapal LCT Delta AA5 adu banteng dengan Kapal Klotok KM Palopo 02. Akibat insiden itu, satu orang Anak Buah Kapal (ABK) terluka dan satu orang lainnya hilang.

Menurut keterangan pengawas STS KSOP Samarinda Rachmad Sengaji, dirinya menerima kabar dari pemlik kapal LCT yang mengatakan anak buah kapalnya diancam oleh kapal-kapal yang sering mengambil limbah batu bara di lokasi kejadian.

“Saat tiba bersama Polair Polda Kaltim, ternyata kapal LCT tersebut menabrak kapal klotok, akibatnya satu orang juragan kapal mengalami luka cukup parah pada kaki, sementara satu orang anak buah kapal (ABK) terlempar ke Sungai Mahakam dan masih dalam tahap pencarian,” urai Rachmad dikonfirmasi media ini, Kamis (6/6/2024).

Juragan kapal bernama Tiar yang terluka langsung dibawa ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda untuk mendapatkan pertolongan medis.


Rachmad menyebut, berdasarkan informasi dari kapal LCT, bahwa kapal klotok tersebut tidak memiliki lampu penerangan saat berlayar sehingga tidak terlihat oleh kapal lain. Hal ini menjadi faktor utama terjadinya insiden.

“Kejadian ini membuat para ABK kapal LCT ketakutan. Mereka berlindung di dalam kapal dan tidak berani keluar karena merasa terancam,” jelasnya.

Tim SAR gabungan dari Basarnas Samarinda, Pol Air Polda Kaltim, Satpol Air Polres Kukar, TNI AL, BPBD Kutai Kartanegara, dan relawan Anggana Fire Rescue melakukan pencarian sejak, Kamis (6/6/2024) dini hari.

“Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dan daerah-daerah yang diprediksi menjadi tempat korban ditemukan, kendala yang dihadapi dalam pencarian adalah arus sungai yang deras,” kata Koordinator Unit Siaga Pos SAR Samarinda.

BACA JUGA:  Tingkatkan Produktivitas Tenaga Kerja, Disnakertrasn Kukar Adakan 8 Pelatihan Khusus di Tahun 2024

Riqi menyebut, untuk pencarian dari lokasi kejadian berkisar 500 meter hingga 1 kilometer dan berharap korban segera ditemukan.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan Tim SAR gabungan.

[SET/RED]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!