Scroll untuk baca artikel
Samarinda

Legislator Basuki Rahmat Klarifikasi Perihal Dugaan Mobilisasi Ketua RT Ke Bawaslu Samarinda

38
×

Legislator Basuki Rahmat Klarifikasi Perihal Dugaan Mobilisasi Ketua RT Ke Bawaslu Samarinda

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun Saat memberi klarfikasi kepada Bawaslu Samarinda.(Dok: Bawaslu Samarinda)

SELAJUR.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun menghadiri panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rabu (24/1/2024). Perihal, terkait dugaan pelanggaran pemilu pada saat acara refleksi akhir tahun Pemkot Samarinda, bersama seluruh Ketua RT di Plenary Convention Hall, GOR AWS tanggal 23 Desember 2023 lalu.

Kepada awak media, Afif Reyhan Harun proaktif dalam proses undangan dari Bawaslu Kota Samarinda.

“Kehadiran saya dalam rangka
Memenuhi undangan agenda klarifikasi,” kata Afif sapaannya seusai agenda.

Klarifikasi terkait kehadiran dalam agenda refleksi akhir tahun pemkot Samarinda.

Belasan pertanyaan mesti dijawab anak kandung Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Politisi Partai Gerindra itu menampik adanya dugaan pelanggaran pemilu.

“Saya merasa tidak melakukan pelanggaran. Saya di undang sebagai anggota DPRD Komisi 1 oleh Pemkot Samarinda,” imbuhnya.

Afif pun tidak sendiri, ada Anggota DPRD Samarinda lainnya, yakni H Rudi.

Dikonfirmasi terkait dugaan mobilisasi Ketua RT, kembali Afif membantah anasir tersebut.

“Kalau saya beli suara warga, buat apa saya ketemu warga di bawah untuk sosialisasi dan kampanye. Tinggal leha – leha aja,” ungkapnya.

50 suara setiap RT, jika dijumlahkan dengan kelipatan 1 suara Rp 300 s/d Rp 500 ribu, menurutnya hal itu mustahil. Sebab ada ribuan RT di Samarinda, Rp 45 miliar mesti ia keluarkan untuk membeli suara.


“Dugaan itu perlu duit besar. Berita itu berlebihan,” bebernya.

Kendati begitu, ia tidak mempermasalahkan berita yang telah tersebar sampai ke media sosial tersebut.

“Disatu sisi saya sangat bersyukur dengan adanya hal ini. Karena viral medsos saya nambah 2 ribu folower. Bentar lagi bisa ada endors ini,” sebutnya sembari berkelakar.

Sementara itu, dikonfirmasi Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin mengatakan pihaknya hanya meminta penjelasan untuk mendalami apa yang terjadi pada saat kejadian tersebut.

BACA JUGA:  Pemkot Samarinda Akan Renovasi Masjid Darussalam di Tahun 2024

“Kami belum bisa menjelaskan apakah ada dugaan pelanggaran karena masih mendalami. Nanti baru bisa kami melakukan penilain terkait apa ada dugaan oelanggaran pemilu di sana,” pungkasnya.

[SET]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!