Scroll untuk baca artikel
NasionalRagam

Menlu RI Bantah Akan Normalisasi Hubungan Dipolmatik Dengan Israel

33
×

Menlu RI Bantah Akan Normalisasi Hubungan Dipolmatik Dengan Israel

Sebarkan artikel ini
Ket: Ilustrasi bendera negara Indonesia dan Israel.(Ist)

SELAJUR.COM, MANCANEGARA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membantah spekulasi bahwa Indonesia akan memperbaiki hubungan dengan Israel sebagai syarat untuk menjadi anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

“Dalam konteks isu pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel, saya ingin menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” sebut juru bicara Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangannya.

Indonesia tetap kokoh dalam mendukung kemerdekaan Palestina, terutama di tengah situasi kekejaman yang terjadi di Gaza oleh Israel saat ini. Posisi Indonesia tidak berubah dan tetap mengadvokasi solusi dua negara (two-state solution),” tambahnya.

Ia menegaskan, Indonesia akan selalu konsisten berada di garis terdepan membela hak-hak bangsa Palestina. 

Dalam konteks keanggotaan Indonesia di OECD, Iqbal menegaskan bahwa proses ini akan memakan waktu yang cukup lama.

Ada banyak persiapan yang harus dilakukan Indonesia dalam roadmap menuju keanggotaan OECD, yang direncanakan akan diadopsi pada Mei 2024.

“Waktu yang diperlukan setiap negara untuk menyelesaikan proses keanggotaan penuh di OECD berbeda-beda,” kata Iqbal.

“Semua tergantung kesiapan negara tersebut. Beberapa negara memerlukan waktu tiga tahun, beberapa lagi memerlukan lebih dari lima tahun,” lanjut dia.

Sebelumnya, terdapat laporan dari situs berita Ynet yang menyatakan bahwa Israel dan Indonesia telah melakukan pembicaraan mengenai normalisasi hubungan antara kedua negara selama tiga bulan terakhir.

Namun, laporan yang tidak bersumber tersebut menyebutkan bahwa sebagai imbalan atas normalisasi hubungan dengan Israel, Yerusalem akan menghentikan penolakannya terhadap keanggotaan Indonesia di OECD, sebuah organisasi ekonomi yang saat ini terdiri dari 38 negara dengan perekonomian terkemuka di dunia.

Laporan tersebut, seperti yang dikutip dari The Times of Israel pada Kamis (11/4/2024), juga menyebutkan bahwa OECD terlibat dalam pembicaraan tersebut.

BACA JUGA:  Waspada ! Flu Singapura Mewabah, Kapten Pilot Vincent Terjangkit Virus Ini

Seorang pejabat Israel kemudian mengonfirmasi laporan tersebut kepada Times of Israel.

Israel dilaporkan telah berupaya untuk menormalisasi hubungan dengan Indonesia, bersama dengan Arab Saudi dan negara-negara lain.

Namun, upaya itu telah dilakukan sebelum Israel perang dengan Hamas pecah pada 7 Oktober, yang sebagian besar membuat langkah tersebut kemudian terhenti.

Akan tetapi, pada hari Selasa, sebuah pesawat Indonesia mengambil bagian dalam penerjunan bantuan ke Gaza, yang menandai pertama kalinya sebuah pesawat Indonesia terbang melalui wilayah udara Israel.

[CNN/RED]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!