SELAJUR.COM, SANGATTA – Pemangkasan anggaran di sektor kebudayaan Kutai Timur (Kutim) dinilai berpotensi mengancam keberlanjutan regenerasi pelaku seni di daerah.
Hal ini menyusul pengakuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim bahwa sejumlah program kebudayaan terpaksa tidak dijalankan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sejak awal tahun, namun alokasi tersebut kemudian dihapus seiring penyesuaian fiskal yang dilakukan pemerintah. “Di awal sudah masuk di anggaran murni, tapi setelah itu hilang, karena memang harus ada yang dikurangkan di efisiensi,” ujarnya.
Padli tidak menutupi, kondisi ini membuat Bidang Kebudayaan bekerja dengan sangat terbatas. Ia menggambarkan situasi ini sebagai periode yang sangat menantang, di mana seluruh staf harus menyesuaikan diri dengan kemampuan yang ada. “Termasuk bidang kami pun, ya mengencangkan ikat pinggang ini dengan sekuat tenaga ya kan,” katanya.
Keterbatasan anggaran ini membuat sejumlah kegiatan yang sebelumnya dirancang untuk menyasar pelajar, anak muda, dan komunitas seni pemula terpaksa ditiadakan. Padahal, program-program tersebut selama ini menjadi medium penting untuk memunculkan talenta baru dalam dunia seni dan budaya Kutim.
Padli menyebut, agar kegiatan tetap berlangsung, peran komunitas seni kini sangat dominan. Banyak kegiatan yang sepenuhnya diambil alih komunitas, sementara pemerintah hanya memberikan dukungan fasilitas. “Seperti semangat mendongeng dan lain-lain. Itu semua terkelola semua, artinya dikelola oleh organisasi,” terangnya.
Namun, sejumlah pemerhati budaya menilai, ketergantungan berlebihan pada komunitas tanpa dukungan anggaran jangka panjang dapat membuat upaya regenerasi pelaku seni berjalan tidak stabil. Tanpa pendampingan programatik dari pemerintah, mereka khawatir generasi muda kurang mendapat akses terhadap pembinaan teknis dan ruang ekspresi yang terstruktur.
Padli menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen membantu komunitas seni melalui dukungan fasilitas gratis. “Tapi saya backup saya bantu terus, menyiapkan fasilitas tempat untuk mereka tampil,” pungkasnya.
(adv/diskominfokutim/rs)

















