Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Diskominfo Kutim

Musik Jadi Senjata Humanis Kutim Melawan Narkoba

280
×

Musik Jadi Senjata Humanis Kutim Melawan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah.

SELAJUR.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadirkan pendekatan baru dalam pencegahan narkoba melalui Festival Musik Anti Narkoba. Menggunakan musik sebagai medium utama, pemerintah memilih jalur kampanye yang lebih humanis, dekat dengan emosi anak muda, dan jauh dari pendekatan intimidatif.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menjelaskan, pendekatan berbasis seni mampu menyentuh sisi psikologis remaja. “Anak muda membutuhkan ruang ekspresi. Melalui musik, pesan anti narkoba lebih mudah diterima dan dipahami,” ujarnya.

Festival yang digelar selama tiga hari ini menghadirkan berbagai rangkaian acara yang menggabungkan edukasi dan hiburan. Lomba band pelajar menjadi magnet utama, diikuti parade musik akustik dan penampilan komunitas seni lokal. Lagu-lagu yang dibawakan pelajar sebagian besar bertema harapan, masa depan, dan ajakan menjauhi narkoba.

Pada sesi “Musisi Bicara Bahaya Narkoba”, para musisi lokal menceritakan kisah-kisah nyata yang mereka temui. Cerita tersebut tidak disampaikan dengan nada menakut-nakuti, tetapi dengan pendekatan empati, sehingga lebih mudah diterima remaja. “Musisi punya pengaruh kuat. Ketika pesan datang dari idola anak muda, efeknya jauh lebih kuat,” kata Padliyansyah.

Selain itu, panggung edukasi menghadirkan kepolisian dan BNN Kutim untuk mengajak dialog santai dengan pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Mereka tidak hanya membahas hukum, tetapi juga kesehatan mental, masa depan karier, hingga hubungan keluarga.

Festival ini memperlihatkan bahwa kampanye sosial dapat dikemas secara kreatif tanpa mengurangi substansi pesan. Pemerintah berharap pendekatan humanis ini dapat menjadi model kampanye antinarkoba di masa mendatang. “Kami ingin menjadikan seni sebagai garda terdepan kampanye sosial. Musik bisa menyatukan, menggerakkan, dan menyampaikan pesan penting dengan cara yang lebih humanis,” tutup Padliyansyah.

BACA JUGA:  Mobilitas Hewan Liar Tinggi, Kutim Perkuat Sistem Kesiapsiagaan Rabies Berbasis Lapangan

 

(adv/diskominfokutim/rs)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!