Scroll untuk baca artikel
NasionalRagam

Nilai Tukar Rupiah Kian Melemah, Tembus Jadi Rp16.412 Per Dolar

44
×

Nilai Tukar Rupiah Kian Melemah, Tembus Jadi Rp16.412 Per Dolar

Sebarkan artikel ini
Ket: Menurut Data Bloomberg, rupiah menutup perdagangan dengan penurunan sebesar 0,87%.(SELAJUR/Ho-ANTARA)

SELAJUR.COM, JAKARTA – Saat ini nilai tukar rupiah kian melemah menjadi menjadi Rp16.412 per dolar AS pada perdagangan, pada Jumat (14/6/2024).

Menurut data dari Bloomberg, rupiah menutup perdagangan dengan penurunan sebesar 0,87% atau setara dengan 142 poin, berada di posisi Rp16.412 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar tercatat naik 0,03% ke level 105,235.

Beberapa mata uang di kawasan Asia lainnya juga mengalami penurunan terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah sebesar 0,36%, yuan China melemah 0,04%, baht Thailand melemah sebesar 0,07%, sedangkan dolar Hong Kong dan Singapura masing-masing turun antara 0,01% hingga 0,17%.

Selain itu, won Korea turun 0,39%, ringgit Malaysia turun 0,14%, rupee India turun 0,01%, dan peso Filipina melemah 0,08%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa data pada hari Kamis menunjukkan harga produsen di AS secara tak terduga menurun pada bulan Mei.

Indeks harga produsen (PPI) utama turun 0,2% bulan lalu, setelah mengalami kenaikan sebesar 0,5% pada bulan April yang tidak direvisi.

“Harga inti tetap stabil setelah mengalami kenaikan 0,5% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah indeks harga konsumen (CPI) AS untuk bulan Mei yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan hasil lebih lemah dari perkiraan para ekonom, yang kemudian memicu aksi jual tajam pada dolar AS,” katanya.

Jika digabungkan, rilis IHK dan PPI kemungkinan besar akan menyebabkan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, juga menunjukkan penurunan tekanan harga.

Namun, optimisme terhadap pendinginan inflasi ini tidak cukup untuk mencegah pelemahan dolar.

Sementara itu, di dalam negeri, risiko ekonomi global masih cenderung negatif, meskipun ada kemungkinan beberapa kejutan positif.

BACA JUGA:  Rektor UNRI Laporkan Mahasiswa Karena Protes UKT Mahal, Kemendikbudristekdikti Angkat Bicara

“Ketegangan geopolitik yang meningkat dapat menyebabkan harga komoditas bergejolak, sementara fragmentasi perdagangan lebih lanjut berisiko menyebabkan gangguan tambahan pada jaringan perdagangan,” jelasnya.

Di sisi positifnya, inflasi global dapat moderat lebih cepat daripada yang diasumsikan pada baseline, sehingga memungkinkan pelonggaran kebijakan moneter yang lebih cepat.

Selain itu, ada potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari yang diperkirakan di Amerika Serikat.

Faktor-faktor seperti pemulihan yang lebih cepat dari pandemi, kebijakan fiskal yang mendukung, dan permintaan konsumen yang tinggi dapat menjadi pendorong pertumbuhan yang lebih positif dari perkiraan sebelumnya.

Ia memperkirakan bahwa rupiah kemungkinan akan ditutup dengan nilai di kisaran antara Rp16.400 hingga Rp16.470 per dolar AS pada perdagangan Senin (17/6/2024).

“Namun, perlu diingat bahwa proyeksi ini dapat berubah mengikuti dinamika pasar dan berbagai faktor eksternal yang memengaruhi nilai tukar,” tandasnya.

[ANT/SET]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!