Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Kukar

Pemkab Kukar Mantapkan Gerakan Etam Mengaji sebagai Fondasi Pembangunan Berkarakter Qurani

27
×

Pemkab Kukar Mantapkan Gerakan Etam Mengaji sebagai Fondasi Pembangunan Berkarakter Qurani

Sebarkan artikel ini
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Selajur)

SELAJUR.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh secara spiritual melalui Gerakan Etam Mengaji (GEMA). Program ini kini menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk masyarakat yang religius serta aparatur pemerintahan yang berintegritas.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa GEMA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan pembinaan moral yang terintegrasi dengan arah pembangunan pemerintah daerah.

“Pemkab Kukar terus berkomitmen menjadikan GEMA sebagai bagian dari gerakan Qurani yang melekat dalam pembangunan daerah. Ini bukan gerakan sesaat, tapi bagian dari pembentukan karakter masyarakat Kutai Kartanegara yang religius,” tegas Aulia, Senin (27/10/2025).

Sebagai bentuk penguatan gerakan ini, Pemkab Kukar belum lama ini menggelar kegiatan mengaji bersama yang diikuti oleh calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan dilantik pada 31 Oktober 2025.

“Kita juga telah menyelesaikan proses mengaji untuk teman-teman PPPK yang akan dilantik pada akhir bulan ini. Alhamdulillah, hampir seluruhnya sudah fasih membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Aulia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian pelantikan, tetapi juga merupakan pembinaan spiritual untuk membentuk aparatur pemerintah yang memiliki karakter Qurani.

“Pegawai pemerintah harus menjadi contoh dalam menanamkan nilai Qurani. Dengan memahami dan mengamalkan Al-Qur’an, kita berharap aparatur yang lahir dari gerakan ini akan bekerja dengan hati, jujur, dan berintegritas,” jelasnya.

Menurut Aulia, Gerakan Etam Mengaji telah berjalan secara konsisten dan mendapat dukungan luas dari masyarakat, lembaga pendidikan, serta institusi keagamaan di Kukar. Ia menilai, GEMA menjadi penguat moral di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur daerah.

“Gema bukan gerakan sehari dua hari. Ini sudah berjalan dengan baik dan kami akan terus menggerakkannya agar menjadi napas kehidupan masyarakat Kukar,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pemdes Jembayan Tengah Hidupkan BUMDes dan Libatkan Pemuda untuk Wujudkan Kemandirian Pangan

Aulia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menghidupkan semangat GEMA dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita ingin membangun Kukar yang kuat dan sejahtera, maka fondasinya harus Qurani. Dengan semangat Gerakan Etam Mengaji, mari kita wujudkan Kukar yang beriman, berilmu, dan berakhlak,” pungkasnya.

[ADV/PROKOM KUKAR/RED]

 

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *