SELAJUR.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Pembangunan fasilitas ini menjadi salah satu subkegiatan strategis dalam Program Nelayan Tangguh, yang termasuk dalam 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
Selain menyalurkan bantuan berupa perahu, ketinting, dan alat tangkap, pembangunan SPBUN juga telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar sebagai upaya memperbaiki sistem distribusi energi bagi masyarakat pesisir.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Asli Husaini, menyampaikan bahwa terdapat empat kecamatan yang saat ini sedang dalam proses pendirian SPBUN, yakni Muara Jawa, Muara Badak, Samboja, dan Anggana.
“Untuk Kecamatan Anggana sudah dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama, dan ditargetkan tahun ini rampung hingga peresmian,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Asli menjelaskan, pembangunan SPBUN memerlukan serangkaian rekomendasi berjenjang mulai dari Kepala DKP kabupaten dan provinsi hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan. Setelah rekomendasi lengkap, pihak ketiga pengusul akan berkoordinasi dengan SKK Migas dan Pertamina sebelum masuk pada tahap konstruksi.
“Untuk di Anggana, pihak ketiganya adalah PT MGRM Prusda. Peletakan batu pertamanya baru saja dilakukan, dan kami masih menunggu proses di Muara Badak serta perampungan di Samboja dan Muara Jawa. Empat lokasi tersebut seluruhnya sudah memiliki surat rekomendasi,” jelasnya.
Selain empat wilayah itu, DKP Kukar juga menargetkan pembangunan SPBUN di Marangkayu serta tengah menjajaki pendirian SPBN untuk kawasan perairan sungai seperti Muara Muntai, Pela, dan Semayang.
“Kami masih mencari pola terbaik agar BBM juga dapat tersedia di perairan umum,” katanya.
Sambil menunggu SPBUN beroperasi penuh, pemerintah daerah menyiapkan solusi sementara melalui sistem penitipan kuota BBM nelayan di SPBU yang ditunjuk Pertamina. Skema ini telah berjalan di Samboja, tepatnya di Teluk Pemedas, dan akan diterapkan ke wilayah lain, termasuk Muara Badak.
“Penyaluran BBM nantinya menggunakan sistem digital melalui aplikasi XStar semacam QRIS. Dengan begitu, BBM nelayan tidak tercampur dengan kuota umum. Nelayan cukup menunjukkan barcode aplikasi untuk mengambil jatah BBM,” terang Asli.
Pemkab Kukar berharap kehadiran SPBUN di berbagai wilayah pesisir dapat memastikan kebutuhan BBM nelayan terpenuhi secara berkelanjutan. Hal ini diharapkan berdampak pada meningkatnya efektivitas operasional dan pendapatan masyarakat pesisir.
“Pendirian SPBUN ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagian dari upaya besar kita memastikan kesejahteraan nelayan terus meningkat. Harapannya, nelayan di Kukar bisa melaut dengan tenang tanpa terkendala pasokan BBM,” tutup Asli.
[ADV/PROKOM KUKAR/RED]

















