Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Kukar

Pemkab Kukar Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat KKI Terbaik: Plafon Pinjaman Naik, Bunga Tetap Nol Persen

25
×

Pemkab Kukar Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat KKI Terbaik: Plafon Pinjaman Naik, Bunga Tetap Nol Persen

Sebarkan artikel ini
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Selajur)

SELAJUR.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik (KKI Terbaik), Pemkab Kukar menghadirkan pembiayaan tanpa bunga dengan plafon pinjaman yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Program unggulan ini menjadi implementasi nyata dari visi Kukar Idaman Terbaik di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, yang menempatkan penguatan UMKM sebagai fondasi perekonomian daerah.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa KKI terus dikembangkan sebagai bagian dari 17 program prioritas di sektor ekonomi.

“KKI kita lanjut, bahkan kita tingkatkan. Kita sudah komitmen dan bersepakat menaikkan,” ujar Aulia, Minggu (26/10/2025).

Untuk memperluas jangkauan pembiayaan, Pemkab Kukar juga meningkatkan suplai permodalan melalui kerja sama dengan Bankaltimtara. Pada 2024, Kukar memperoleh dividen sebesar Rp21 miliar dari bank tersebut, dan seluruhnya akan kembali disertakan sebagai tambahan modal.

“Dividen yang kita peroleh dari Bankaltimtara sebesar Rp21 miliar di tahun 2024 akan kita sertakan kembali. Dengan begitu, penyertaan modal kita akan naik menjadi sekitar Rp42 miliar,” terangnya.

Penyertaan modal ini menjadi penguatan signifikan agar pembiayaan UMKM dapat diperluas sekaligus memastikan keberlanjutan program KKI di tahun-tahun berikutnya.

Aulia mengungkapkan, kinerja KKI sejauh ini sangat positif. Penyaluran kredit telah melampaui 70 persen dari total dana bergulir, dengan kredit macet yang hanya berada di bawah 2,5 persen.

“Artinya, kredit ini sudah sangat sehat. Masyarakat yang meminjam bisa mengelola usahanya dengan baik,” jelasnya.

Meski demikian, kenaikan plafon hingga Rp500 juta belum dapat diterapkan langsung pada 2025. Hal itu menunggu penyertaan modal yang baru bisa dimasukkan pada APBD 2026.

BACA JUGA:  Sesuaikan Jam Layanan Adminduk: Kabupaten Kukar Siap Sambut Ramadan dengan Pelayanan Optimal

“Insyaallah di 2026 itu kita sertakan kembali, karena pos anggarannya sudah kita siapkan dari dividen tahun sebelumnya,” kata Aulia.

Menurut Aulia, program KKI telah berperan besar dalam meningkatkan perputaran ekonomi, produktivitas usaha, hingga daya saing pelaku UMKM di Kukar.

“Kalau kita lihat, dari serapan pinjaman yang tinggi dan tingkat kemacetan rendah, uangnya muter dengan bagus. Itu artinya program ini berjalan efektif,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa KKI bukan sekadar skema pinjaman tanpa bunga, melainkan strategi besar untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Pertumbuhan UMKM yang baik dinilainya turut mendorong sektor utama masyarakat seperti pertanian dan perikanan.

“Kita lihat UMKM tumbuh, petani dan nelayan juga meningkat produktivitasnya. Jadi ini saling berhubungan,” tambahnya.

Aulia berharap peningkatan program ini membuat masyarakat tidak lagi terjebak pada pinjaman berbunga tinggi yang kerap membebani pelaku usaha.

“Harapan kita, warga Kukar semakin sejahtera, punya usaha yang kuat, dan tidak bergantung lagi pada pinjaman berbunga tinggi,” tutupnya.

Kepala Bidang Pengembangan UKM Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Fathul Alamin, menjelaskan bahwa KKI Terbaik merupakan pengembangan dari program sebelumnya.

“Program KKI Terbaik ini adalah kelanjutan dari KKI lama, tapi dengan peningkatan plafon pinjaman. Kalau dulu maksimal Rp50 juta, sekarang bisa sampai Rp500 juta per pelaku usaha,” ujarnya.

Selain UMKM, pemerintah juga membuka akses permodalan lebih besar untuk BUMDes dan koperasi, dengan plafon pinjaman hingga Rp1 miliar.

Hingga Juli 2025, tercatat 1.763 pelaku usaha telah memanfaatkan program KKI, dengan total penyaluran sekitar Rp32 miliar. Dari sekitar 60 ribu UMKM aktif di Kukar, sektor terbanyak berasal dari pertanian, perikanan, pengolahan, dan jasa.

Fathul berharap peningkatan ini dapat memperluas akses modal serta memperkuat pondasi ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  Kukar Masih Butuh Pasokan Daging, Distanak Terus Optimalkan Pengembangan Peternakan Sapi

“Harapan kami, dengan plafon Rp 500 juta dan bunga nol persen, pelaku UMKM bisa lebih maksimal mengembangkan usaha mereka,” pungkasnya.

[ADV/PROKOM KUKAR/RED]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!