Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Kukar

Pemkab Kukar Perkuat Koperasi Merah Putih untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Desa

38
×

Pemkab Kukar Perkuat Koperasi Merah Putih untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengurus dan pengawas koperasi merah putih (Selajur)

SELAJUR.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan ekonomi berbasis desa melalui revitalisasi peran Koperasi Merah Putih. Upaya tersebut ditandai dengan pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengurus dan pengawas koperasi yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (13/11/2025).

Langkah ini menjadi strategi penting Pemkab Kukar untuk memperkuat kelembagaan dan tata kelola koperasi desa di seluruh kecamatan. Pada tahap pertama, pelatihan diikuti oleh peserta dari Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, dan Loa Janan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman utuh kepada para pengurus koperasi, mulai dari prinsip kebijakan, kelembagaan, hingga manajemen usaha.

“Yang penting itu usahanya bisa jalan, tapi kelembagaannya juga harus kuat. Kalau kelembagaannya lemah, nanti akan repot pertanggungjawabannya. Karena koperasi berbeda dengan korporasi,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan mencakup materi arah kebijakan koperasi, kepemimpinan, kewirausahaan, manajemen bisnis, keuangan, perpajakan, hingga teknik penyusunan proposal usaha. Seluruh modul disusun oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Thaufiq mengungkapkan bahwa dari 237 koperasi desa dan kelurahan yang terbentuk di Kukar, baru tujuh koperasi yang beroperasi penuh. Sebagian besar masih dalam tahap persiapan karena kerja sama dengan mitra usaha belum berjalan optimal.

“Kemitraan dengan Bulog, Pupuk Indonesia, dan Pertamina masih menyiapkan kebutuhan logistik seperti beras, pupuk, dan tabung LPG. Setelah itu terpenuhi, baru dilakukan perikatan kerja sama agar koperasi bisa berjalan,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan koperasi perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah agar kegiatan usaha berjalan lebih tepat sasaran.

“Loa Kulu dan Sebulu misalnya unggul di perikanan tawar, sedangkan Samboja di wilayah pantai. Jadi pengelolaannya tentu berbeda, tidak bisa disamakan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Run Street Jilid 2 Sukses Guncang Tenggarong, Warga Tumpah Ruah di Ajang Silaturahmi Ramadan

Sementara itu, Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menjelaskan bahwa pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap hingga mencakup seluruh koperasi yang telah terbentuk di Kukar.

“Tahap pertama ini di Tenggarong, selanjutnya di Muara Kaman dan kecamatan lainnya sampai seluruh 237 koperasi bisa ikut. Harapannya semua pengurus memperoleh pemahaman utuh tentang pengelolaan koperasi,” kata Ahyani.

Terakhir kata Dia bahwa keterbatasan anggaran membuat peserta setiap koperasi dibatasi, namun pelatihan tetap menjadi momentum penting untuk memastikan koperasi bergerak aktif.

“Kita ingin pengurus Koperasi Merah Putih memiliki bekal pengetahuan yang cukup agar bisa mengelola koperasi secara mandiri. Jenis usahanya banyak, bisa sembako, kesehatan, perikanan, hingga perkebunan. Tinggal disesuaikan dengan potensi desa masing-masing supaya koperasi tidak hanya diam, tapi terus bergerak dan berputar kegiatannya,” pungkasnya.

[ADV/PROKOM KUKAR/RED]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *