SELAJUR.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan pelaksanaan program makanan bergizi gratis yang menjadi salah satu misi prioritas dalam RPJMD 2025–2029. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar ditugaskan melakukan pendampingan penuh terhadap 827 posyandu serta puluhan ribu balita yang menjadi sasaran utama program.
Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, menyebut bahwa program ini difokuskan pada dua kelompok, balita dan lansia.
“Dinas Kesehatan kebagian dua kegiatan utama, yaitu pendampingan kader posyandu serta pengawasan keamanan dan kandungan gizi makanan,” ujarnya, Kamis (22/10/2025).
Mengacu pada RPJMD Kukar 2025–2029, jumlah balita penerima manfaat pada tahun pertama mencapai 43.858 anak dan diperkirakan bertambah 10 persen setiap tahun. Sementara kelompok lansia akan ditetapkan melalui koordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Untuk memaksimalkan pelaksanaan, Dinkes Kukar menyiapkan pelatihan bagi seluruh kader posyandu di kecamatan. Pelatihan ini mencakup pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi seimbang, hingga penerapan standar pelayanan minimal.
“Fokus kami bukan sekadar membagikan makanan, tapi memastikan kader memiliki kemampuan dalam mendampingi masyarakat. Ada enam standar pelayanan yang harus dijalankan di posyandu,” tambah Kusnandar.
Pada tahun pertama, Dinkes menganggarkan Rp112 juta untuk kegiatan pendampingan kader. Anggaran tersebut akan naik menjadi Rp400,2 juta per tahun mulai 2026 hingga 2030. Selain itu, pengawasan makanan bergizi juga disiapkan melalui pelatihan penjamah makanan dari petugas sanitarian serta supervisi puskesmas.
Program ini memperoleh dukungan anggaran dari dua subkegiatan: pengelolaan pelayanan gizi masyarakat dan pengelolaan kesehatan lingkungan. Total anggaran mencapai Rp395 juta pada 2026 dan meningkat menjadi Rp491 juta pada 2030.
Kusnandar menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Yang terpenting ada kemauan dulu untuk menjadi kader. Soal kemampuan, nanti kami latih. Ada 25 kompetensi dasar yang wajib dikuasai,” tuturnya.
Program makanan bergizi gratis ini merupakan bagian dari Misi 1 Kukar Idaman Terbaik, yang menitikberatkan pada pemerataan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Pemkab Kukar berharap kualitas layanan posyandu semakin merata hingga tingkat desa.
Sejumlah kecamatan disebut sudah lebih siap. Salah satunya Kecamatan Loa Janan yang telah menjalankan penimbangan serentak dan menggelar pelatihan kader secara mandiri.
“Daerah seperti Loa Janan sudah lebih maju. Ini akan jadi contoh bagi kecamatan lain,” tutupnya.
[ADV/PROKOM KUKAR/RED]




