Scroll untuk baca artikel
PariwaraRagam

SDN 021 Sungai Kunjang Dorong Pelajar Lakukan Penguatan Karakter Pancasila Lewat Karya dan Pentas Seni

48
×

SDN 021 Sungai Kunjang Dorong Pelajar Lakukan Penguatan Karakter Pancasila Lewat Karya dan Pentas Seni

Sebarkan artikel ini
Ket: Para Guru SDN 021 Sungai Kunjang dipimpin Kepala Sekolah, Jurita saat memberikan sambutan dan penampilan di atas panggung. (Syahrul Mubarok/SELAJUR)

SELAJUR.COM, SAMARINDA – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 021 Sungai Kunjang Samarinda, sukses menggelar Karya dan Pentas Seni, bertajuk “Kewirausahaan dan Gaya Hidup Berkelanjutan”, pada Selasa (21/5/2024) pukul 09.00 Wita.

Acara tersebut juga sebagai upaya membangun karakter Pelajar Pancasila yang berkarya. Dihelat secara meriah di Jalan Meranti Kecamatan Sungai Kunjang itu, dihadiri pelajar dan para wali murid. Kemudian, beserta sejumlah kolega SDN 021 Sungai Kunjang memeriahkan giat itu.

Terlihat, para pelajar unjuk kebolehan memperlihatkan penampilan yang ia dapat di sekolah. Mulai dari penampilan seni tari, pidato, senam bebas, bahkan lagu-lagu daerah pun telah ditanamkan agar tak lekat oleh budaya lokal Indonesia.

Tak hanya itu, kerajinan tangan mulai dari miniatur Kota Samarinda, macam-macam kuliner, serta kerajinan tangan dari sampah plastik pun juga dipamerkan.

Diketahui, SDN 021 Sungai Kunjang merupakan Sekolah Penggerak angkatan pertama, yang sudah berinovasi dalam memberikan pembelajaran kepada anak muridnya. Tentunya, melalui kurikulum merdeka.

Kepala SDN 021 Sungai Kunjang, Jurita, menyebutkan, bahwa kegiatan hari ini merupakan bentuk praktek yang dipamerkan setiap tahunnya.

“Kegiatan ini sudah di tahun ketiga. Kebetulan kami adalah pelaksana implementasi kurikulum merdeka. Dan memang seperti inilah kurikulum Merdeka,” ungkap Jurita saat ditemui media ini di ruang kerjanya.

Jurita menjelaskan, kurikulum merdeka sebagai metode belajar, sangat memberikan ruang kepada Sekolah untuk menuangkan ide sebebas-bebasnya dalam belajar.

Menurutnya, kurikulum tersebut mesti menjalankan dua kebutuhan dalam belajar agar berdampak. Yakni, pelajaran dalam kelas dan program penanaman karakter.

Screenshot

“Dulu semuanya bergantung pada mapel pelajaran. Tapi sekarang beda. 75 persen itu adalah kegiatan intrakurikuler. Sedangkan kokurikuler berdiri sendiri dengan P5 dengan tema yang sudah ditentukan oleh Kemendikbud.

BACA JUGA:  Komisi IV DPRD Samarinda, Maswedi Usulkan Disdikbud Buat Program Religi di Sekolah Selama Ramadan

Nah tema yang kita angkat itu 6 bulan sekali kami tentukan. Tema di sini semester 1 dengan tema kewirausahaan dan semester 2 dengan tema gaya hidup berkelanjutan,” urai Jurita.

Kendati demikian, pihaknya terus berupaya membangun kekeluargaan dengan seluruh pihak. Jurita bilang, SDN 021 Sungai Kunjang bisa menggaet tiap unsur sekolah. Seperti sponsor, dukungan orang tua, paguyuban dan juga komite sekolah.

“Kalau projek ini wali kelas kan masing-masing punya program. Misalnya dari awal dia masuk di bulan Juli itu Programnya apa Agustus ngapain, September ngapain, salah satu programnya adalah persiapan gelar karya dan pameran jadi mau seni mau apa tuh udah ada di program kan,” terang Kepala SDN itu.

“Guru hanya sebagai fasilitator bukan hanya mengajari. Intinya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) ini sebenarnya lebih banyak diterapkan. Karena lihat sendiri yang pertama menjalin kolaborasi, orang tua siswa, kedua mitra. Kalau saya yang pertama dan pertama dan utama adalah Silaturahim,” tambahnya.

Jurita berharap, dengan program yang diusung dan dilaksanakan oleh Sekolah, dapat memberikan kesan terbaik berkaitan dengan cara bicara, perilaku, dan kebiasaan baik.

“Harapannya itu jadi anak-anak bisa berbicara mengatakan dan bisa menerangkan seperti tadi itu yang dipresentasikan. Nah dari semua yang pintar-pintar itu nanti dipamerkan seperti ini. Jadi berawal dari dirinya, berawal dari gurunya atau fasilitator, berawal dari dalam kelas, terakhir di luar kelas,” bebernya.

Sementara itu, salah satu mitra kerja SDN 021 Sungai Kunjang, Pimpinan Yudhistira Ghalia Indonesia Kaltim, Muzakki, memberikan apresiasi pada pegelaran Karya dan Pentas Seni yang telah diagendakan jauh-jauh hari.

“Luar biasa ini kegiatan yang dilakukan oleh SD 021 Sungai Kunjang yang di bawah komando pimpinan Ibu Jurita. Sebenarnya kegiatan ini memang salah satu ciri khas dari kurikulum Merdeka ini yang membedakan kurikulum Merdeka sama kurikulum sebelum-sebelumnya,” katanya Muzakki.

BACA JUGA:  Minat Sektor Pertanian Menurun, Fahruddin Dorong Pemuda Untuk Berpartisipasi

Ia berpandangan, keterlibatan seluruh unsur pemangku kepentingan di bidang pendidikan mesti dilibatkan. Sehingga, peserta didik tidak hanya bersekolah karena esensi pendidikan.

“Kan ada tiga tuh yang bertanggung jawab. satu pemerintah yang kedua sekolah di masyarakat, dan yang ketiga orang tua. Sehingga di sinilah tanggung jawab pendidikan itu sekarang sudah betul-betul dilaksanakan,” terangnya.

Ia pun mengungkapkan, dengan kurikulum merdeka inilah yang menjadikan konsep evaluasi pada sistem pendidikan sebelumnya.

“Setelah bertahun-tahun dan ini luar biasa untuk program P5 yang dilakukan hari ini. Sebenarnya ini bisa dilakukan semua sekolah, cuma tergantung bagaimana sekolah mengimplementasikan mau atau tidak kan,” sebutnya.

Muzakki pun berharap, role model pendidikan yang telah diterapkan SDN 021 Sungai Kunjang dapat mengispirasi sekolah lain untuk terus berinovasi.

Screenshot

“Mudah-mudahan ini menjadi role model nanti, khususnya di Kecamatan Sungai Kunjang lah ya, untuk sekolah-sekolah lain untuk menerapkan. Tidak harus sama, minimal sudah ada langkah nyata yang dlakukan oleh sekolah,” pungkasnya.

[RUL/SET]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!