Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Diskominfo Kutim

Setiap Makanan Adalah Cinta: Kutim Jaga Generasi Lewat Gerakan Pangan Aman di Sekolah

271
×

Setiap Makanan Adalah Cinta: Kutim Jaga Generasi Lewat Gerakan Pangan Aman di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno.

SELAJUR.COM, SANGATTA – Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), makanan bukan sekadar santapan, melainkan bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak-anak dan cermin kasih sayang orang tua serta tanggung jawab pemerintah.

Menyadari hal itu, Dinas Kesehatan Kutim kini menjadikan keamanan pangan sebagai gerakan moral bersama menjaga generasi dari ancaman bahan berbahaya yang bisa merusak masa depan mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menegaskan, pengawasan jajanan sekolah kini bukan hanya agenda rutin, tetapi bagian dari gerakan sosial untuk melindungi anak-anak dari bahaya tersembunyi di balik makanan berwarna menarik.

“Kami tidak sekadar memeriksa makanan. Kami menjaga masa depan anak-anak agar tetap sehat dan kuat,” ujarnya.

Melalui kerja sama lintas sektor dengan BPOM Samarinda dan Dinas Perdagangan, tim kesehatan lingkungan puskesmas di seluruh kecamatan rutin turun ke lapangan, memeriksa jajanan sekolah, warung sekitar, hingga pasar desa. Setiap sampel diuji kandungannya, memastikan tidak ada boraks, formalin, atau pewarna tekstil dalam makanan yang dijual.

Namun, Sumarno menekankan, pengawasan saja tidak cukup. Perubahan terbesar justru datang dari kesadaran pedagang dan orang tua.

“Kami tidak ingin menakut-nakuti pedagang. Kami ingin mereka paham bahwa makanan yang dijual bukan sekadar dagangan, tapi titipan kesehatan generasi bangsa,” katanya lembut.

Di banyak sekolah, gerakan ini kini berubah menjadi budaya baru. Anak-anak diajarkan cara mengenali jajanan sehat, guru menjadi penggerak literasi pangan, dan para pedagang kecil mulai bangga menjual makanan tanpa bahan kimia.

“Anak-anak sekarang sudah tahu, kalau warnanya terlalu mencolok, harus waspada. Itu hasil dari edukasi yang terus kami tanamkan,” ungkap Sumarno.

Langkah kecil ini membawa dampak besar. Bukan hanya mencegah penyakit, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang jujur dan bertanggung jawab. Sebab, menjaga makanan berarti menjaga kehidupan.

BACA JUGA:  Dinsos Kutim Bangun Sistem Bansos Transparan dan Berbasis Data, Libatkan Warga Lewat Musyawarah Desa Digital

“Kesehatan anak adalah ukuran moral sebuah bangsa. Kalau kita gagal menjaga apa yang mereka makan, berarti kita abai terhadap masa depan kita sendiri,” tegasnya.

 

(adv/diskominfokutim/rs)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *