Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Diskominfo Kutim

Stabilitas Pasokan Semen Jadi Prioritas Kutim, Perdagangan Bahan Konstruksi Kini Diawasi Ketat

277
×

Stabilitas Pasokan Semen Jadi Prioritas Kutim, Perdagangan Bahan Konstruksi Kini Diawasi Ketat

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperketat pengawasan distribusi semen dan pasir setelah kedua material tersebut resmi masuk daftar bahan pokok penting (bapokting).

SELAJUR.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperketat pengawasan distribusi semen dan pasir setelah kedua material tersebut resmi masuk daftar bahan pokok penting (bapokting).

Kebijakan ini lahir dari kebutuhan menjaga stabilitas pembangunan serta mengantisipasi lonjakan harga akibat distribusi yang sering terhambat.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menyebut, pasokan semen sangat rentan terhadap gangguan distribusi karena seluruh suplai berasal dari daerah lain. “Jika satu mata rantai tersendat, efeknya langsung terasa di lapangan,” ujarnya.

Gangguan pasokan bukan hanya memperlambat pembangunan fisik, tetapi juga menimbulkan efek domino pada aktivitas pasar. Menurut Dony, keterlambatan distribusi semen dapat memengaruhi mobilitas ekonomi di tingkat masyarakat. “Ketika pasokan semen kosong atau terganggu, bukan hanya pembangunan fisik yang terhenti. Harga bahan pokok lain ikut terdampak karena aktivitas pasar juga melambat,” jelasnya.

Disperindag memastikan tidak ada pedagang yang menumpuk stok demi mengambil keuntungan. Pemantauan lapangan dilakukan untuk memastikan harga semen tetap dalam batas wajar.

Selain distribusi, pemerintah juga menyoroti pentingnya ketersediaan stok bagi proyek strategis. Sekolah, puskesmas, hingga proyek infrastruktur dapat mengalami keterlambatan jika pasokan semen tersendat.

“Kutim sedang bertumbuh,” tegas Dony. Ia menjelaskan bahwa material konstruksi kini dianggap kepentingan dasar, seiring kebutuhan masyarakat untuk membangun rumah dan fasilitas umum.

Dengan kebijakan pengawasan baru ini, pemerintah berharap aktivitas pembangunan di Kutim tetap berjalan lancar dan stabilitas harga material konstruksi dapat terjaga.

(adv/diskominfokutim/rs)

BACA JUGA:  Pasar Murah Vakum, Pemkab Kutim Pastikan Pasokan Aman dan Harga Tak Naik Berlebihan
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *