SELAJUR.COM, TENGGARONG – Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar), Ananias, menegaskan bahwa pihaknya mengalokasi anggaran Rp 10 miliar pada tahun ini difokuskan untuk memperkuat sarana prasarana ketahanan pangan.
“Kami membangun lumbung pangan, lantai jemur, hingga Rice Milling Unit (RMU) beserta rumah RMU-nya,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Ia menyebutkan untuk saat ini, terdapat lima lokasi lumbung pangan baru tersebar di Kukar yakni di Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Sebulu, dan Marangkayu.
Ananias menjelaskan bahwa Disketapang juga mulai mengembangkan inovasi berupa lantai jemur portabel yang disiapkan sebanyak 100 unit untuk para petani. Menurutnya, alat ini dirancang sebagai solusi hambatan pascapanen.
“Rata-rata petani terkendala pada saat penjemuran. Dengan lantai jemur portabel, jarak dari sawah ke tempat penjemuran bisa dipangkas,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pembagian unit akan diprioritaskan bagi kelompok tani yang telah mengajukan permohonan resmi.
Keunggulan lantai jemur portabel, lanjut Ananias, terletak pada fleksibilitasnya yang tidak memerlukan hibah lahan. Petani dapat memindahkannya sesuai kebutuhan tanpa mengorbankan area pertanian. Ia memastikan inovasi ini menjadi bagian dari strategi kemandirian pangan daerah.
Program tersebut juga dinilai membantu pemerintah daerah mengurangi kebutuhan penyediaan lahan tambahan untuk fasilitas penjemuran.
Dari sisi penerima manfaat, Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyambut baik dukungan Disketapang terhadap kelompok tani produktif. Ia menilai bantuan lantai jemur mampu meningkatkan efisiensi penanganan gabah. Program ini pun jugadipandang sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa.
“Harapannya, bantuan ini bukan hanya menyelesaikan masalah penjemuran, tetapi juga berdampak pada peningkatan penghasilan petani,” pungkasnya.
[ADV/PROKOM KUKAR/RED]

















