Scroll untuk baca artikel
Pariwara

Tirtonegoro Foundation Ajak Pemuda Lakukan Peningkatan Literasi dan Budaya di Kaltim

63
×

Tirtonegoro Foundation Ajak Pemuda Lakukan Peningkatan Literasi dan Budaya di Kaltim

Sebarkan artikel ini
Ket: Suasana Sesi foto bersama Tirtonegoro Foundation bersama Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso (tengah). (Syahrul Mubarok/SELAJUR)

SELAJUR.COM, SAMARINDA – Tirtonegoro Foundation sukses menggelar Festival Literasi dan Budaya di Gedung Rizani Asnawi Taman Budaya Kalimantan Timur (Kaltim), pada Sabtu (15/6/2024) pukul 09.00 Wita.

Dimuat dengan apik dan keanergaman budaya. Acara tersebut curi ratusan pasang mata yang hadi dalam giat tersebut. Diawali dengan kegiatan seleksi pemuda inovatif Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), seni tari, hingga pada pertunjukan berbagai karya dan  pameran.

Melalui tokoh inisiasi Tirtonegoro Foudation, Rahmad Azazi menjelaskan bahwa, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengintegrasikan komunitas-komunitas seni yang ada dikaltim. Kegiatan ini juga dihadiri juga oleh beberapa peserta yang ada diseluruh Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim.

“Kegiatan yang di inisiasi oleh kami Tirtonegoro Foundation, ya kami juga melibatkan teman-teman seniman kaltim, seperti anugrah, kamar kreatif, taman baca masyarakat, dan perpustakaan keliling,” ungkap Rahmad Azazi, saat diwawancarai wartawan Times KaltimJaringan SELAJUR.com.

Ia juga menyampaikan, untuk seluruh pemuda khusunya Kaltim, harus menanamkan jiwa seni dan kebudayaan di tiap pemuda. Ini dilakukan agar bisa membangun seni dan budaya secara masif di kalangan pemuda asli daerah.

“Ini juga yang menjadi tujuan kami melakukan kegiatan ini, agar masyarakat bisa melihat sebenarnya seni dan budaya di kaltim itu ada dan harus dikembangkan”, katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksankan oleh Tirtonegoro Foundation. Menurutnya, literasi dan budaya tidak dapat dipisahkan.

“literasi dan budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, litersi ini bukan hanya minat baca dan menulis tapi litersi ini adalah, memperaktekan pengetahuan itu menjadi kebaikan dan manfaat kepada masyarakat”, ujarnya.

Ia juga menambahkan ,bahwa budaya adalah tentang harga diri dan indentitas bangsa.

BACA JUGA:  Imigrasi Kelas I TPI Samarinda Ajak Puluhan Pelajar SMA/SMK Bergabung di Poltekim

“Saya senang karena anak muda betul-betul menempatkan budaya dan tradisi itu sebagai benteng, ditengah kemajuan informasi dan teknologi yang tentu sangat berpengaruh terhadap lunturnya nilai-nilai budaya,” tambahnya.

Terakhir ia mengatakan bahwa ada beberapa penggiat komunitas literasi dan budaya , yang menginginkan adanya perhatian dari pemerintah dalam rangka membimbing dan memberikan wadah.

“Sejauh ini memang mereka melakukan secara mandiri, sehingga kedepan pemerintah wajib memberikan motivasi dan dan dukungan agar kegiatan-kegiatan seni ini terus ada”, pungkasnya.

[SET/RED]

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!