SELAJUR.COM, SANGATTA – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur, Basuki Isnawan, memberikan tanggapan tegas terkait usulan anggaran Rp50 miliar yang diajukan
KONI Kutim untuk pengembangan olahraga. Menurutnya, pemerintah daerah harus berhati-hati dan mempertimbangkan kemampuan fiskal sebelum memutuskan besaran anggaran.
“Semua masih dipertimbangkan sesuai aturan. Ada TAPD yang menilai kemampuan keuangan daerah,” ujar Basuki. Ia menegaskan bahwa semua kebijakan anggaran harus disesuaikan dengan prioritas dan kemampuan daerah, meski kebutuhan di sektor olahraga cukup besar.
Basuki mengungkapkan, dukungan pimpinan daerah terhadap pengembangan olahraga tidak pernah berkurang. “Pak Wakil dan Pak Bupati sangat support,” katanya.
Ia menambahkan, bentuk keseriusan pemerintah terlihat dari diraihnya Panji Keberhasilan Pemuda dan Olahraga pada tahun 2025. “Itu bukti bahwa kita serius,” tegasnya.
Meski anggaran menjadi isu yang harus dihitung dengan cermat, pembangunan fasilitas olahraga tetap berjalan. Basuki menyebut kawasan Kudung sebagai salah satu hasil nyata upaya peningkatan infrastruktur. “Kudunga sekarang bagus, bersih, standar nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan sarana olahraga tidak hanya memberi manfaat pada pembinaan atlet, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Sarana-prasarana ini tujuannya agar masyarakat di semua kecamatan sehat,” katanya.
Selain pembangunan fasilitas, Dispora juga sedang menyiapkan berbagai kompetisi untuk atlet muda. “Anak-anak latihan terus. Kita siapkan kompetisi supaya tidak hanya latihan tapi juga bertanding,” ujarnya.
(adv/diskominfokutim/rs)

















