Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Daerah

Waspada! BMKG Prediksi Musim Hujan Kaltim Berlangsung Lebih Panjang hingga Juni 2026

140
×

Waspada! BMKG Prediksi Musim Hujan Kaltim Berlangsung Lebih Panjang hingga Juni 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hujan.(Ist)

SELAJUR.COM, SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Kalimantan Timur (Kaltim) akan berlangsung lebih panjang, bahkan diperkirakan berlanjut hingga pertengahan tahun 2026.

Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang perlu diwaspadai masyarakat.

Prediksi ini disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Update Kondisi Musim Hujan Tahun 2025 dan Waspada Potensi Bencana” di Hotel Aston Samarinda, Selasa (02/12/2025).

Melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk BPBD, TNI/Polri, akademisi, dan organisasi kebencanaan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menjelaskan bahwa tren curah hujan di Kaltim secara umum telah menunjukkan peningkatan sejak Desember 2025.

Meskipun dinamika cuaca sempat dipengaruhi faktor eksternal seperti siklon tropis yang menyebabkan penurunan curah hujan di wilayah tengah (Kukar dan Kutim), wilayah utara seperti Berau tetap mencatat intensitas hujan yang tinggi.

Selain itu, BMKG juga menyoroti potensi pembentukan La Niña yang dipicu oleh anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik.

“La Niña dapat meningkatkan suplai uap air di atmosfer Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Jika terbentuk, curah hujan bisa bertambah signifikan,” jelas Kukuh.

Ia menambahkan, beberapa wilayah padat penduduk seperti Balikpapan dan Samarinda juga sempat mengalami cuaca ekstrem yang memicu genangan di sejumlah titik meskipun intensitas hujan menurun.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, membenarkan bahwa Kaltim cenderung memiliki karakteristik musim hujan yang lebih lama dibandingkan wilayah Indonesia lainnya yang mungkin mengalami kemarau panjang.

“Musim kemarau di Kaltim rata-rata hanya tiga bulan, kecuali jika ada pengaruh El Nino seperti tahun 1997. Tahun ini, musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Juni 2026,” terang Riza.

BACA JUGA:  Sapto Gelar Sosperda Bantuan Hukum di Samarinda Utara

Ia menegaskan bahwa durasi hujan yang panjang secara signifikan berpotensi meningkatkan risiko bencana, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang di daerah rawan.

Kukuh Ribudiyanto mengimbau masyarakat agar proaktif memahami kondisi wilayah masing-masing, terutama yang berdomisili di daerah rawan bencana.

BMKG menjamin pihaknya terus memperbarui informasi prakiraan cuaca melalui laporan musiman, bulanan, hingga dasarian (setiap 10 hari).

Informasi peringatan dini cuaca ekstrem juga tersedia untuk jangka waktu 1-3 hari sebelumnya, bahkan dapat dikeluarkan hingga 3 jam sebelum kejadian jika diperlukan.

Masyarakat diimbau mengakses informasi resmi hanya melalui situs web dan kanal media sosial resmi BMKG.

 

[BEB/RED]

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!