Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
DPRD Kaltim

Pendidikan Kaltim di Pelosok Kian Tertinggal, Ketua DPRD Desak Pemerataan!

445
×

Pendidikan Kaltim di Pelosok Kian Tertinggal, Ketua DPRD Desak Pemerataan!

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud. (Moh. Ali Mubarok/Selajur)

SELAJUR.COM, SAMARINDA– Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, yang akrab disapa Hamas, kembali menyoroti isu penting mengenai ketimpangan pendidikan di daerah pedalaman. Menurutnya, perbedaan mencolok dalam akses dan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.

 

Hamas menyoroti kondisi banyak sekolah di pedalaman Kaltim yang masih beroperasi dengan fasilitas minim dan kekurangan tenaga pengajar. Bahkan, beberapa sekolah hanya memiliki satu atau dua guru untuk menjalankan seluruh proses belajar-mengajar. Dalam wawancaranya, Hamas menegaskan, “Pendidikan tidak boleh bergantung pada letak geografis. Anak-anak di pedalaman punya hak yang sama untuk mendapat pendidikan berkualitas.”

 

Ia mendesak agar masalah ini menjadi perhatian lintas sektor, bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan. Menurut Hamas, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menyusun strategi pemerataan, termasuk dalam hal penempatan guru dan pembangunan sarana belajar.

 

Lebih lanjut, Hamas menekankan bahwa solusi jangka pendek seperti program guru kontrak atau relawan harus dilengkapi dengan langkah jangka panjang berupa kebijakan rekrutmen dan insentif bagi pendidik yang bersedia mengabdi di daerah terpencil. Menurutnya, “Pemerintah harus menciptakan sistem yang mendukung guru untuk betah di daerah. Mulai dari insentif, pelatihan, hingga jaminan karier.”

 

Ia juga menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya sebatas pembangunan gedung sekolah, tetapi juga mencakup keberadaan fasilitas dasar seperti akses listrik, jaringan internet, dan tempat tinggal guru. “Kalau bicara generasi emas, kita tidak bisa hanya fokus ke pusat kota. Pembangunan SDM harus menyeluruh,” tutup Hamas.

 

Dengan penekanan pada keadilan pendidikan, Ketua DPRD Kaltim ini berharap agar anggaran dan kebijakan pendidikan ke depan benar-benar diarahkan untuk menutup kesenjangan yang masih ada, terutama di daerah yang selama ini tertinggal dalam pembangunan.

BACA JUGA:  Pertemuan Isran Noor Bersama Makmur HAPK Sempat Mencuat, Abdul Waris Sebut Momen Berjumpa Sahabat Sejati

 

[ADV/DPRDKALTIM/ALI/SET]

Tinggalkan Balasan