SELAJUR.COM, SAMARINDA – Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menggelar aksi unjuk rasa susulan di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (4/11/2026).
Aksi ini merupakan bentuk penegasan atas demonstrasi sebelumnya pada 21 Oktober lalu. Massa menilai jajaran Pemprov Kaltim hanya melayangkan janji manis tanpa memberi kepastian respons atas deretan poin tuntutan rakyat.
Jenderal Lapangan (Jenlap) Aksi, Wira Saguna Abyasa Harahap, mengungkapkan bahwa dalam aksi jilid II ini pihaknya menyodorkan dua poin tuntutan tambahan di luar isu utama yang telah disuarakan sebelumnya.
“Kami membawa dua tuntutan tambahan hari ini, yaitu desakan pemberian kompensasi bagi masyarakat pengidap ISPA akibat dampak kabut asap karhutla, serta pencopotan Sudarno dari tim ahli yang kami nilai kerap memprovokasi warga,” tegas Wira Saguna di sela-sela aksi, Rabu (4/11/2026).
Wira membeberkan, pola komunikasi yang dibuka pihak Humas Pemprov Kaltim pasca-aksi pertama sama sekali tidak memuaskan dan terkesan mengulur waktu. Hal inilah yang memicu massa untuk kembali turun ke jalan.
Tak hanya itu, kekecewaan massa kian memuncak lantaran Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji tidak berada di tempat untuk menemui pengunjuk rasa secara langsung.
“Setidaknya Gubernur atau Wakil Gubernur hadir menemui kami untuk memberikan penjelasan konkret. Kalau kedua pimpinan tidak ada sama sekali di lokasi, artinya Pemprov terkesan menghindari dan takut menghadapi tuntutan rakyat,” pungkas Wira.
[RUL/SET]
















