Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Daerah

Ratusan Mahasiswa Terobos Kantor Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud Tandatangan Pakta Integritas Tuntutan Aksi

5
×

Ratusan Mahasiswa Terobos Kantor Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud Tandatangan Pakta Integritas Tuntutan Aksi

Sebarkan artikel ini
Teks Foto: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat di tengah kerumunan massa Aliansi Rakyat Menggugat yang merangsek masuk ke halaman Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (21/10/2026).(Syahrul Mubarok/Selajur)

SELAJUR.COM, SAMARINDA – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat merangsek masuk menembus barikade pengamanan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (21/10/2026) sore.

Massa aksi yang mulai mengepung Kompleks Kantor Gubernur sejak pukul 15.00 Wita tersebut berhasil menerobos masuk ke area dalam sekitar pukul 15.20 Wita.

Mereka menuntut kehadiran langsung Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud,untuk merespons tujuh tuntutan krusial serta menandatangani pakta integritas yang disiapkan pengunjuk rasa.

Koordinator BEM SEKA, Andi Muhammad Akmal, dalam orasinya menegaskan ketimpangan sosial yang dirasakan warga Kaltim di tengah limpahan kekayaan alam minyak, gas, sawit, hingga batu bara.

“Batu bara kita melimpah, sawit membentang luas di Kaltim, tapi masyarakat kita masih menderita dan menjerit di tanahnya sendiri,” cetus Akmal menyuarakan aspirasi di hadapan massa.

Terdapat tujuh poin tuntutan utama yang dilayangkan aliansi, di antaranya mendesak penetapan status bencana nasional untuk karhutla dan kabut asap, penindakan tegas korporasi tambang penunggang lubang bekas tambang tanpa reklamasi,penuntasan kelangkaan BBM, serta penghentian pemadaman listrik bergilir.

Selain itu, mahasiswa menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga evaluasi program Gratispol milik Pemprov Kaltim.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud akhirnya menemui massa, menjawab jajaran poin aspirasi, dan membubuhkan tanda tangan di atas lembaran pakta integritas.

Meski pakta telah ditandatangani, tensi sempat kembali memanas pasca-Gubernur meninggalkan lokasi lantaran sebagian massa menilai penjelasan yang diberikan belum sepenuhnya menjawab substansi persoalan daerah.

 

[SET/RED]

BACA JUGA:  Sapto Setyo Pramono Tekankan Peran Insinyur Terhadap Pembangunan Kaltim