SELAJUR.COM, SAMARINDA — Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembinaan ekonomi rakyat.
Meski baru berusia 11 bulan di bawah kepengurusan baru, organisasi wadah wirausaha ini sukses merampungkan pembentukan DPC di seluruh 10 kabupaten/kota se-Kaltim.
Capaian konsolidasi yang merata tersebut diperkuat melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Perdana HIPPI Kaltim yang digelar di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Jumat (9/10/2026) siang.
Agenda strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, serta dihadiri Ketua Umum HIPPI Pusat Erik Hidayat, Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman, beserta jajaran pengurus pengusaha daerah.
Ketua DPD HIPPI Kaltim, dr. Montik Dewi Rahayu, menjelaskan bahwa Rakerda perdana ini mengusung fokus utama mentransformasi jaringan organisasi menjadi program kerja nyata yang berdampak langsung bagi pengusaha lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, dalam waktu 11 bulan kepengurusan, kami telah merampungkan DPC di 10 kabupaten/kota. Pada Rakerda ini, fokus kami adalah penguatan program agar produk pelaku usaha Kaltim, khususnya UMKM, memiliki daya saing tinggi,” ujar dr. Montik.
Salah satu langkah terobosan strategis yang dicanangkan HIPPI Kaltim adalah menjalin kerja sama dengan lembaga non-pemerintah (NGO) asal Belanda.
Wanita karir Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini juga, menyampaikan, tujuan adanya kerjasama tersebut ialah untuk melatih para wirausahawan lokal menguasai marketplace dan memperkuat jejak digital (digital footprint) agar produk Kaltim mampu menembus pasar internasional.
Selain itu, HIPPI Kaltim meluncurkan program inovatif bertajuk ‘Hi-Five’ yang menyasar perbaikan usaha mikro di tingkat tapak.
“Lewat program Hi-Five, kami akan membantu mendadani (makeover) dan membenahi tampilan fisik maupun branding usaha skala kecil, seperti pedagang gerobakan, agar terlihat lebih menarik dan profesional di mata konsumen,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat dan masif yang ditunjukkan jajaran pengurus HIPPI Kaltim. Namun, Wagub menggarisbawahi bahwa kunci utama keberlanjutan dunia usaha di daerah adalah kepastian akses permodalan.
“Apresiasi tinggi untuk HIPPI Kaltim yang bergerak cepat. Namun perlu diingat, pendampingan saja tidak cukup. Hambatan utama pengusaha di daerah adalah modal. Tanpa modal, usaha tidak bisa berjalan baik.
Karena itu, kami mendorong HIPPI menggandeng sektor perbankan daerah sebagai mitra strategis agar kontribusi pembiayaan usaha dapat terstimulasi secara maksimal,” tandas Seno Aji.
[ADV/SET/RED]



















