Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
Hukum & Peristiwa

Waspada Hujan Lebat Disertai Petir Hari Ini, BMKG Rilis Peringatan Dini untuk 29 Kecamatan di Kaltim

3
×

Waspada Hujan Lebat Disertai Petir Hari Ini, BMKG Rilis Peringatan Dini untuk 29 Kecamatan di Kaltim

Sebarkan artikel ini
Teks Foto: Ilustrasi cuaca mendung disertai kilat dan petir yang melanda kawasan perkotaan di Kaltim, memicu rilis peringatan dini darurat dari BMKG.(Ist)

SELAJUR.COM, SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem bagi sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (2/11/2026).

Sebanyak 29 kecamatan diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat/petir serta angin kencang.

Berdasarkan rilis resmi BMKG, peringatan dini dengan tingkat keparahan kategori sedang ini berlaku pada siang hari pukul 11.50 hingga 13.30 WITA/WIB.

Sebaran wilayah yang terdampak mencakup kawasan strategis dan padat penduduk, di antaranya Kota Samarinda (meliputi Loa Janan Ilir, Palaran, Samarinda Ilir, Samarinda Kota, Samarinda Seberang, Sambutan), Kota Balikpapan (Balikpapan Barat, Balikpapan Timur, Balikpapan Utara), hingga sejumlah wilayah kabupaten tetangga seperti Loa Janan, Loa Kulu, Muara Jawa, Muara Badak, Marang Kayu, hingga Berau dan Kutai Kartanegara.

Mengingat potensi cuaca buruk tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap risiko ikutan, seperti penurunan jarak pandang berkurang, hembusan angin kencang sesaat, serta potensi genangan dan banjir lokal di dataran rendah.

“Masyarakat diimbau untuk menunda aktivitas di luar ruangan hingga cuaca mereda. Saat terjadi petir menyambar,hindari berteduh di bawah pohon tinggi, tiang listrik, maupun papan reklame,” tulis peringatan resmi BMKG.

Ditinjau dari dinamika atmosfer, suhu di Kota Balikpapan dan sekitarnya pada hari yang sama terpantau berkisar 26–29°C dengan kondisi udara cukup terik menjelang siang.

Pertemuan suhu panas dan kelembapan tinggi ini memicu pembentukan awan konvektif atau awan hujan (Cumulonimbus) secara masif.

Masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca (nowcast) berkala yang dirilis oleh instansi berwenang demi mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di lingkungan masing-masing.

 

[*/SET/RED]

BACA JUGA:  Kaltim Siaga Karhutla, 936 Hektare Lahan Hangus Terbakar, Kubar dan Paser Paling Parah