Scroll untuk baca artikel
Ultah Selajur[/caption]attachment wp-att-2256">
DPRD Kota SamarindaSamarinda

Iswandi Minta Samaqua Berani Bersaing Harga, Jangan Kalah dari Merek Nasional

7
×

Iswandi Minta Samaqua Berani Bersaing Harga, Jangan Kalah dari Merek Nasional

Sebarkan artikel ini
Tampilan botol Air Minum dalam Kemasan Samaqua. (Syahrul/Selajur)

SELAJUR.COM, SAMARINDA – Produk air minum dalam kemasan (AMDK) lokal Samaqua dinilai perlu memperkuat daya saing harga dan distribusi agar mampu merebut pasar di Samarinda. Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai status sebagai produk daerah saja tidak cukup tanpa strategi pemasaran yang mampu menjawab kebutuhan konsumen.

Menurut Iswandi, Samaqua yang dikelola Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda perlu memastikan harga produknya kompetitif dibandingkan merek lain. Dengan begitu, konsumen memiliki alasan untuk memilih produk lokal, bukan semata-mata karena dukungan terhadap produk daerah.

“Seharusnya bisa, karena air ini kan kebutuhan dasar. Sejauh pertama harga bersaing. Jangan orang lain harganya Rp1.000, dia Rp2.000, padahal sama,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Iswandi menilai, strategi harga perlu berjalan beriringan dengan kesiapan produksi dan jaringan distribusi. Jika kapasitas produksi belum memadai atau saluran pemasaran belum terbentuk dengan baik, peluang untuk memperluas penjualan akan sulit dimaksimalkan.

Ia mengatakan, Komisi II DPRD Samarinda akan meminta penjelasan kepada pengelola Samaqua mengenai perkembangan produksi, distribusi, dan langkah yang telah disiapkan untuk memperluas pasar.

“Mungkin kapasitas produksinya belum sebesar itu, mungkin juga mereka belum komunikasi mengenai channel distribusinya. Kita belum tahu lagi, nanti pasti kita panggil, kita tanya sampai sejauh mana,” katanya.

Salah satu peluang yang disoroti Iswandi adalah kebutuhan air minum dalam kegiatan pemerintahan. Menurutnya, sekitar 30 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Samarinda dapat menjadi pasar awal yang potensial bagi Samaqua.

Kegiatan rapat dan agenda kedinasan yang rutin berlangsung di setiap OPD dinilai bisa membuka jalur penjualan yang lebih terukur. Jika distribusi ke lingkungan pemerintah berjalan baik, Samaqua dapat memperluas pemasaran ke konsumen dan pasar lainnya.

BACA JUGA:  DPRD Samarinda Gaet Pakar, Godok Perda Pariwisata

“Ini pasar sudah jelas. Samarinda punya 30 OPD, satu OPD berapa, pasti ada rapat, ada minum. Distribusi gitu saja sudah lumayan, baru lari lagi ke luar,” tuturnya.

Meski demikian, Iswandi mengingatkan bahwa pemanfaatan pasar pemerintah harus didukung pengaturan yang jelas. Ketersediaan produk dalam kegiatan kedinasan perlu dikelola secara efektif agar upaya memperkenalkan Samaqua tidak berhenti pada wacana.

Ia berharap Perumda Tirta Kencana dapat mengevaluasi strategi bisnis Samaqua secara menyeluruh, mulai dari kemampuan memenuhi permintaan, penetapan harga hingga perluasan jalur distribusi.

Menurutnya, penguatan pasar lokal dapat menjadi fondasi bagi Samaqua untuk bersaing lebih luas. Namun, keberhasilan produk tersebut tetap bergantung pada kemampuan pengelola menghadirkan produk dengan harga yang masuk akal, pasokan yang konsisten, dan distribusi yang mudah dijangkau konsumen.

 

[ADV/RUL/SET]

error: Content is protected !!