SELAJUR.COM, SAMARINDA – Ratusan hingga 1.000 titik penerangan jalan umum (PJU) di Kota Samarinda membutuhkan perbaikan dengan estimasi anggaran hampir Rp10 miliar. Sejumlah ruas jalan masih minim penerangan akibat lampu yang tidak berfungsi optimal, termasuk karena pencurian kabel.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan perbaikan PJU menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus keamanan lingkungan, terutama pada malam hari.
Sejumlah ruas yang menjadi perhatian di antaranya Jalan Dr. Soetomo, Jalan Pahlawan, Jalan Hasan Basri, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Antasari, dan Jalan Juanda.
“Kita berhitung kurang lebih Rp10 miliar anggaran itu untuk sekitar 800 sampai 1.000 titik, kalau tidak salah. Itu yang diperlukan untuk perbaikan,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda, Selasa (27/10/2026).
Deni menyebutkan, salah satu penyebab penerangan jalan tidak berfungsi optimal adalah pencurian kabel. Akibatnya, sejumlah kawasan masih minim penerangan, bahkan gelap pada malam hari.
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran tersebut telah disampaikan kepada dinas terkait dan Wali Kota Samarinda. Pemerintah sebelumnya berharap perbaikan dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026.
Namun, rencana tersebut masih menunggu proses asistensi dari pemerintah provinsi. Jika tidak memungkinkan dilaksanakan pada akhir tahun ini, perbaikan berpotensi dilanjutkan pada 2027.
Deni berharap pemerintah dapat merealisasikan perbaikan secepatnya agar masyarakat segera merasakan manfaat penerangan jalan yang memadai.
Ia juga menyoroti rencana program Samarinda Terang yang diharapkan mampu memperluas jangkauan penerangan di Kota Tepian.
Menurutnya, keberadaan lampu jalan bukan sekadar menunjang estetika kota, tetapi juga berperan dalam mendukung keselamatan berlalu lintas dan keamanan masyarakat.
“Kalau sudah kotanya terang, otomatis intensitas untuk terjadinya kecelakaan dan kejahatan itu pasti akan berkurang,” katanya.
Selain pembenahan PJU, Deni menilai pemasangan dan optimalisasi kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik perlu dilakukan untuk memperkuat pengawasan fasilitas publik.
Ia berharap perbaikan penerangan jalan dibarengi pengawasan yang memadai agar fasilitas yang telah dibenahi tidak kembali rusak akibat pencurian kabel maupun vandalisme.
Deni pun meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengoptimalkan perencanaan dan pengawasan sehingga penanganan penerangan jalan dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Dengan perbaikan tersebut, penerangan di sejumlah ruas jalan Samarinda diharapkan semakin optimal sehingga mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman pada malam hari.
[ADV/RUL/SET]















